Selasa, 29 Maret 2011

Fernandus - Frederik

Fernandus,
Frans, pera = kering, peran = keringkan. Mengiaskan warga masyarakat yang mampu mengeringkan suasana basah menyakitkan dengan kasih sayang. Bdg Pratasik.

Frederik[1], eret = jimat ikat pinggang; dei = tidak; reike = tidaklah. Mengiaskan tokoh yang pernyataan “tidaknya” dipatuhi, bagai jimat berwibawa. Lht Eret. Bdg Karai, Kiroyan. Bdg Rei
---------------
[1]Nama-nama asal Barat (Brt), mungkin menunjuk keturunan campuran pribumi dan orang Barat, atau Nama Panggilan pemberian pada penduduk asli, atau Nama Kecil yang kemudian menjadi Nama Fam.

Ebi – Ewaat [2]

Engei, lengei= miskin, bodoh. Mengiaskan pemimpin yang amat peduli atau berpihak kepada orang kecil atau kaum tak beruntung, miskin, kotor dan bodoh. Bdg Engel.

Engel, we’ngel= tuli. Mengiaskan pemimpin yang bagai orang tuli tak mau mendengar kritik murahan tak beralasan dari pihak manapun. Lht Engelen. Bdg Engei, Entuk.

Engelen (Brt), we`ngelan= agak tuli. Mengiaskan tokoh yang agak tuli atau mengabaikan kritik tak masuk akal pihak penghambat kemajuan. Lht Engel. Bdg Engei.
  
Engka, sengkang  =  jari terbuka (W);  wengka’ = terkuak lebar. Mengiaskan tokoh transparan yang menguak lebar rahasia kehidupan. Lht Mawengkang, Sengkang.

Engke/h, e keke= wanita, engkei = angkat. Mengiaskan tokoh yang mengangkat peran, dan martabat kaum wanita. Lht Engket, Sengkeh. Bdg Eke, Maleke,  Manueke, Sengke.

Engket = pasang lampu rumah/bangunan baru; maengket = tari adat. Mengiaskan orang beradat yang bersuka cita dan menari, karena keberhasilan hidupnya. Lht Engke.

Engkoeng,(u), rengkung = dikasih, telan (W). Mengiaskan orang terbuka yang menelan masukan bermakna dan diyakini kebenarannya.  Bdg Parengkuan, Rengkung.

Engkol = singgah; belok, bengkok. Mengiaskan orang yang segera belok atau singgah atau berhenti untuk tidak meneruskan cara kotor dan bengkok. Bdg Tampinongkol.

Engkong, lengkong = melalui (W), lobang perangkap musuh. Mengiaskan tokoh yang berhasil melewati lobang perangkap musuh, atau berprestasi memukau. Lht Lengkong.

Engkos, longkos = cincin, emas kotor (W). Mengiaskan orang berprestasi emas atau bagus, tetapi dituduh bermain kotor oleh pihak kalah bersaing. Bdg Runtukahu.

Enoch,(k) = ditentukan, dipilih (W). Mengiaskan tokoh yang dipilih atau ditentukan dalam melaksanakan suatu panggilan atau kewajiban mulia. Bdg Wonok.

Enos, le’nos = bagus, bersih (W); entos  = sisakan dalam memetik  padi (T).  Mengiaskan pekerja bagus dan bersih, serta meninggalkan bagian tak bernas. Bdg Entos, Leno, Wenas.

Entes, rentes = kecil, kurus (W). Mengiaskan orang dalam keadaan kecil dan kurus atau dengan kemampuan minimal dapat berprestasi maksimal. Bdg Etar, Danes, Lanes.

Entos = langkahi, sisakan. Mengiaskan orang yang tidak melangkai atau menyisahkan bagian-bagian kecil, serta senantiasa menuntaskan pekerjaannya. Bdg Enos, Rompis.

Entuk, intuk = salak anjing. Mengiaskan orang yang terus bergiat di tengah gonggongan anjing galak penghalang kemajua Walintukan. Bdg Endei, Engel.

Epor, kepor = kaki lemah, tak cepat berjalan apalagi berlari. Mengiaskan pendekar yang suka membantu kaum berkaki lemah agar kuat bersaing mengejar kemajuan. Lht Kepor. Bdg Keol.

Eram = mengeram. Mengiaskan orang, yang terus berupaya memperluas atau membesarkan usaha  demi masa depan diri dan keturunannya. Bdg Ruindungan.

Erap, pangerapan = tidak nyata, kilap tak terang (W). Mengiaskan orang yang bagai cahaya lembut tak terang tetapi menyejukkan hati sesama. Lht Kerap. Bdg Undap.

Erei = permainan remaja tanpa rasa malu dan takut (W). Mengiaskan pendidik yang membina kaum muda agar tampil tanpa rasa takut dan malu. Lht Endei. Bdg Riei, Sarei.

Erembaya, erem = cari; baya = semua. Mengiaskan pemimpin yang mencari semua hal terkait dengan kebutuhan bersama. Bdg Rumbai.

Eret, paereten = jimat ikat pinggang. Mengiaskan orang yang punya rasa percaya diri dan menjadi pemberani karena meyakini jimat/ilmu pengetahuan. Bdg Inarai, Karai, Kiroyan.

Ering, tering = kurus, kecil (W). Mengiaskan orang yang kurus atau hidup susah di masa kecil dan bahagia kemudian oleh hasil belajar/kerja kerasnya. Lht Arin,Tantering, Wering.

Eris = pasir. Mengiaskan manusia seperti pasir atau makhluk kecil di hadapan sang Pencipta, dengan anugerahNya ia mampu membangun diri dan lingkungan. Bdg Ering.

Erungan = berbunga, kepinteran (W); terung = pondok kebun. Mengiaskan tokoh pinter bagai pondok tempat berlindung di kebun bunga. Lht Gerungan, Merung, Rumerung.

Erutambene = padi melimpah; erut = bunyi hujan lebat. Mengiaskan petani padi seperti terkena hujan lebat dengan padi melimpah. Lht Erutan, Nierutan, Runtuwene. Bdg Indaan.

Erutan = lingkungan berguntur; erut = guntur. Mengiaskan pendekar penyejuk hati di tengah suasana krisis lingkungan berguntur. Lht Nierutan. Bdg Endur, Mendur, Nender.

Esomar, e = kata seru;so`o = enggan/tak suka; ma paar = berbicara; mara`= berdarah. Mengiaskan pekerja berprestasi yang tak suka berdarah/berbicara banyak. Bdg Sondakh.

Etar, keter, ketar = kuat, berotot. Mengiaskan orang kecil berkepribadian dan berotot kuat. dalam kehidupan. Lht Tumatar, Bdg Entes, Sumaraw.

Eti = kering; etian = keringkan sumber air. Mengiaskan orang yang mampu mengeringkan sumber air. Bdg Pratasik.

Ewa’, terewa’ = salah ucap. Mengiaskan orang baik yang cepat bereaksi dengan berbicara, sehingga sering salah ucap.

Ewaat, awaat = angin Barat. Mengiaskan tokoh yang amat kuat bagai angin Barat pembawa hujan dan kehidupan.

Ebi - Ewaat [1]

Ebi, te’bi, kebi’ = pecah, sumbing.  Mengiaskan tokoh yang bagai orang sumbing menyindir pelaku tak beremoral. Lht Sibi, Bdg Siwi.

Edo, endo = matahari. Mengiaskan orang seperti matahari sumber terang kegembiraan dalam kehidupan makhluk/manusia. Lht Sendoh, Sendouw. Bdg Kandow.

Egam, tegham  = awas, siap, hati-hati.  Mengiaskan orang yang senantiasa berhati-hati, dan hemat dalam keberadaannya. Bdg Indaan, Magindaan.

Egeten =  reget = manyi-manyi (T,W), lonceng-lonceng kecil dari logam. Mengiaskan pendekar yang memakai manji-manji selaku tanda kehormatan atas jasa-jasanya. Lht Egeten, Gegetan, Reget.

Eke, keeke = ketawa, keke = gadis. Mengiaskan manusia seperti gadis manis, ketawa riang bersemangat optimistis dalam suka duka perjuangannya Lht Engke, Maleke,  Manueke, Seke.

Ekel = tengok miring (W); tekel = tidur. Mengiaskan pemimpin yang menengok miring/melirik sambil menegur orang malas agar bangun dari tidur untuk bergiat demi kehidupannya. Lht Mekel.

Ekor = gulung; kume’ker = bergulung, melingkar. Mengiaskan orang yang bagai ular bergulung melingkar siap menerkam pengganggu/mangsanya.

Ekum = berbuat sekehendak hati (T). Mengiaskan pendekar melawan orang yang berbuat sekehendak hati atau sewenang-wenang terhadap kaum tertindas.

Elat = jaga, tunggui (T). Mengiaskan tokoh yang sabar menjaga atau menunggui pihak kurang beruntung agar terlindung dalam kehidupannya. Bdg Ilat, Ponitji, Silat.

Elean, lelean = alim ulama (A); eleyan = sisihkan. Mengiaskan tokoh alim ulama yang mampu menyisihkan secara obyektif para pesaing tak beriman.Lht Keleyan. Bdg Apitulei.

Eli, keli = banyak, dayung. Mengiaskan orang yang kuat mendayung atau bekerja keras untuk meraih tujuannya.

Elias, lias, ri’as = belah kayu yang keras. Mengiaskan orang berprinsip dan berpandangan tajam memecahkan masalah-masalah  keras/rumit. Banding Tampi.

Elur = atur, damai, senang.  Mengiaskan pemimpin yang teratur, damai dan menyenangkan, memecahkan pertikaian, sehingga semua pihak   merasa dimenangkan.  Bdg Kawulur, Wulur.

Eman, eman = percaya (T,W); ema’= buat, ema’en = kerjakan. Mengiaskan orang yang dapat dipercaya dan diteladani dalam menuntaskan kewajibannya. Lht Pangemanan.

Embel, seber, sember, sembel = meluap. Mengiaskan orang rajin dengan penghasilan yang meluap atau berlebihan. Lht Sembel. Bdg Kiwol, Lewu, Mangindaan, Runtuwene.

Emboe,(u) = sepu. Mengiaskan orang yang pandai bersandiwara menyepu diri atau mempercantik penampilan dengan sandang serta asesori yang cocok. Bdg Kembuan.


Eme = tawar; leme’ = lembut. Mengiaskan orang moderat yang menyukai sikap lembut dan tawar, atau moderat tak ekstrem dalam kehidupannya.  Bdg Emes

Emes, remesen = kumpul sisa-sisa. Mengiaskan orang yang hemat, efisien dan efektif memanfaatkan hal-hal kecil tersisa, menjadi karya bernilai tambah. Bdg Rompis.

Emor = ambil sendiri berlebihan, melengkapi diri. Mengiaskan orang yang menetapkan “apar” sebesar-besarnya sesuai adat negeri. Lht Kaemor, Kemor .


Empow, lumpow = kunjungi (W), empo = mertua.  Mengiaskan pasangan hidup mandiri serta senantiasa mengunjungi/menghormati atau peduli pada mertua. Lht Kalempow.

Empung = Tuhan. Mengiaskan orang yang sangat dihormati dan berwibawa tinggi karena memiliki kekuatan-kekuatan luar biasa anugerah Pencipta. Bdg Rombepayung.
.
Ena’, mena’ = berhenti, diam menghuni; tena’ = kena. Mengiaskan orang yang berhenti menghuni tempat tak memadai setelah terkena kemujuran dalam hidupnya. Bdg Endap, Kenap.

Endap = berkilap, berkilat (L&W). Mengiaskan orang yang bagai bercahaya terang di tengah keberuntungan dalam kehidupannya. Lht Kenap, Kumenap, Sumendap, Undap. Bdg Ena.

Ende’, rende = tetangga; sende’en = sayur. Mengiaskan orang yang suka memelihara persahabatan dengan makan bersama tetangga. Lht Karende, Kasenda, Mende, Rende.

Endei,(y), en dei` = tidak. Mengiaskan orang berpendirian teguh yang berani menyatakan “tidak” untuk hal yang bertentangan dengan prinsip hidupnya. Lht Kandei. Bdg Pandei.

Endeng, lumindeng = bunyi nyaring terang (W). Mengiaskan orang yang mampu bersuara nyaring dengan alasan terang/jelas. Bdg Ende, Deeng, Dendeng, Palendeng.

Ender = guntur (T). Mengiaskan tokoh vokal yang bagai guntur berjuang menyalurkan aspirasi masyarakat. Lht Nender, Tonder.

Endo = surya, siang hari. Mengiaskan orang yang menjadi sumber terang bagai  surya bersinar bagi lingkungan. Lht Edo. Bdg  Kandow, Sendo, Sendouw.

Sabtu, 12 Maret 2011

Daan/g-Dusaw

Daan/g = padi lama tersimpan (W). Mengiaskan orang produktif, hemat dan punya padi panen masa lalu yang tersimpan dalam gudang. Lht Dan, Daan, Indaan, Mangindaan, Raanan. Bdg Pokadan, Runtuwene. 

Daikit, laikit, lacit = jenis daun pisang; dai = binasa (A); kiitan = teladan. Mengiaskan tokoh teladan bagai daun pembungkus penganan agar tak rusak binasa. Bdg Mingkid(t). 

Dajoh,(y) [dayoh] = rayu; rayo = puji, rayu. Mengiaskan orang yang pandai merayu dengan memuji/menyenangkan hati sesama. Lht Pajow, Pokajow, Porayow, Tirayo 

Dame van, da = darah, me = beri. Mengiaskan warga yang siap berkorban memberi darah dan nyawanya buat kampung halamannya. 

Damongilala, da = darah; mongi = kuat, kekar (P); lala = gembira. Mengiaskan tokoh yang kuat, kekar, dan gembira mengorbankan darah demi negeri dan sesamanya. Lht Mongilala, Mongi, Lala. 

Damopoli/i, dai = tidak, mapelii = berpantang; polii = kudus (W). Mengiaskan manusia kudus/beriman yang tidak berpantang untuk menikah/membela kehidupan wajar. Lht Polii, Ramopolii, Politon. 

Dampi = berlipat ganda, rampih = rapat sekali (K). Mengiaskan pendekar yang merapatkan pasukan agar kekuatan menjadi berlipat ganda. Lht Rampi. Bdg Tampi. 

Dan = padi persediaan/lama tersimpan. Lht Daan, Dan, Mangindaan, Pandaan, Ranaan. 

Danes, lanes = lembut; ane` = kecup. Mengiaskan orang yang menyukai kelembutan dalam mengecup (memecahkan) masalah. Lht Anes, Lanes. 

Danu, dano, rano = air. Mengiaskan orang yang bagai air segar bagi yang kehausan dalam hidup spiritual/material. 

Danukusuma (Nus), dano, rano = air; ku = saya, suma = mulut. Mengiaskan tokoh yang dari mulutnya muncul nasehat bagai air hidup menyejukkan. Lht Danu. 

Dansot, lansot = buah lansat. Mengiaskan tokoh yang bagai pohon lansat berbuah banyak dan berguna bagi manusia. 

Dansun, lansuna = bawang. Mengiaskan orang yang kehadirannya seperti bawang/ bumbuh masakan mengenakkan makanan/ kehidupan bersama. Bdg Mailensun, Unsulangi. 

Dapas, da = darah, pa = alat. Mengiaskan warga yang siap menyumbangkan darahnya selaku alat pembuktian tentang kesetiaannya kepada sesama dan negerinya. 

Dapdap, raprap, ra’dap = daun muda pembungkus masakan. Mengiaskan kader muda calon pemimpin yang diharapkan membungkus/melindungi kehidupan bersama. 

Dapu,(ep), repu’= patah. Mengiaskan tokoh yang mematahkan semangat musuh negerinya. Lht Karepu, Rampuan, Rampuk, Rumampuk. Bdg Depi, Rampi, Repi. 

Darekmans, da = darah; rei`man = juga tidak. Mengiaskan pendekar baik hati yang juga tidak menggunakan kemampuan fisik menumpahkan darah sesama. Bdg Warouw. 

Darondo, da = darah, rondor = lurus. Mengiaskan orang yang siap mengorbankan darahnya agar arah perjuangan tetap lurus. Bdg Baramuli, Rondonuwu, Warouw. 

Datu = patut dihormati (W); kepala keluarga, tonaas (T). Mengiaskan kepala keluarga atau pemimpin berprestasi selaku tonaas yang patut dihormati. Bdg Ratu, Datulangi. 

Datulangie, datu = pemimpin; langi = langit, tinggi. Mengiaskan pemimpin tertinggi dalam lingkungannya. Lht Awondatu, Datu, Ratu, Ratulangi, Unsulangi. Bdg Mailensun. 

Datumbanua, = pemimpin negeri; datu = pemimpin; banua = negeri. Mengiaskan pemimpin asli keturunan para pendahulu negerinya. Lht Datulangie, Ratumbanua. 

Davis, da = darah; awes, aves = tambah. Mengiaskan tokoh panutan yang memotivasi pengiring bagai menambah darah atau semangat juang mereka. 

Dededaka = pendekar; dede, rere = lidi; daka, laka = jantan. Mengiaskan pendekar yang berani keras, luwes, dan siap bertarung secara jantan. Bdg Tumbelaka. 

Deeng, deen, reen = disebut-sebut, kenamaan (P). Mengiaskan tokoh kenamaan yang disebut-sebut/buah bibir karena suara merdunya. Lht Dendeng, Undeng. Bdg Rambi, Rambing. 

Dendeng = suara atau bunyi indah dari gitar bambu lendeng (T). Mengiaskan seniman musik petik tradisional bersuara merdu dan tersohor. Lht Deeng, Mudeng, Palendeng, Undeng. 

Denga/h = tarik lurus; renga = siput air tawar. Mengiaskan orang yang suka meluruskan wacana terputar seperti rumah siput, demi kebenaran dan keadilan. Bdg Rondonuwu. 

Denge, lenge = melihat ke belakang. Mengiaskan tokoh yang melihat ke belakang untuk menimbah hikmah berbagai pengalaman masa lampau. Bdg Deeng, Dendeng. 

Dengku = bunyi halus dan tinggi (P). Mengiaskan orang bersuara indah dan tinggi satu dua oktaf di atas normal. Lht Parengkuan, Rengku, Rengkuan. Bdg Deeng, Dendeng. 

Depi = bersih; repi’= patahkan, bersihkan (T). Mengiaskan petani yang mematahkan ranting-ranting kering untuk membersihkan tetanaman. Lht Repi.Bdg Dapu,Karepu. 

Dewat,(wet), lewet = seberang. Mengiaskan orang yang mencari nafkah di tanah seberang jauh dari kampung halamannya. Bdg Wetik. 

Dien,(ij,Dy) = bunyikan nyaring (W), dei = tidak; deen = ternyata. Mengiaskan manusia baik, yang ternyata tidak berbuat kejahatan seperti nyaring dibunyi/dituduhkan orang. Bdg Deeng. 

Dimpudus, tedim = cerdik, pudis, pulis = pusaran rambut kepala. Mengiaskan manusia bijaksana menggunakan pikiran yang dilambangkan pusaran rambut kepala. Bdg Tulusan. 

Dipan, depa = ukuran sepanjang tangan. Mengiaskan tokoh dengan ukuran sepanjang tangan atau hidup sederhana dan tak rakus melewati batas haknya. 

Disa = pemisah, pembagi pusaka (P). Mengiaskan orang adil dan tepercaya yang dituakan untuk membagi pusaka bersama dalam masyarakat. 

Dogu, dotu = moyang; gumalang = menanduk dengan taring, bersenjata (P). Mengiaskan keturunan moyang pemberani untuk membela diri dan masyarakatnya. Bdg Gumalang. 

Doka = menggantikan peran kakak/senior. Mengiaskan tokoh yang lancar dipromosi dalam regenerasi mengganti peran seniornya. Lht Maindoka. 

Dokambei: dondok = tersembul, naik; kambet = pegang bahu. Mengiaskan orang yang suka bekerja sama dan membimbing sesama. Lht Dondokambey, Kambey. Bdg Londok. 

Dompas = memasak lauk pauk di hutan di atas para-para (T). Mengiaskan orang kreatif menggunakan sumber lingkungan dalam perjuangan hidup bersama. Lht Ompas, Rompas. 

Dompis, ro’mis = bekerja dengan baik, sampai tuntas. Mengiaskan orang tepercaya yang bekerja dengan baik secara efisien, tekun, sabar, teliti, sampai tuntas. Lht Rompis. 

Dondo, londok, londo` = tersembul ke atas, tinggi (T). Mengiaskan orang berbakat yang terangkat ke atas oleh prestasi unggulnya. Lht Kondoy, Londok, Ondo`. Bdg Lombok, Lonto`. 

Dondokambey, dondo = tinggi , kambey = berpegang pada bahu. Mengiaskan orang yang menilai tinggi semangat persaudaraan. Lht Dokambey, Dondo, Kambey, Ondo`, Talondo. 

Donumu = bicara jujur; rondor = jujur, lurus, nuwu = bicara. Mengiaskan orang yang berani berbicara jujur, nyata dan berimbang dalam segala macam keadaan. Lht Dorondo, Rondo, Rondonuwu. Bdg Londok, Runtunuwu. 

Donsu, walinsu; onsu = balas (L&W); balikkan racun orang. Mengiaskan orang pinter, yang mampu membalikkan kekuatan magis/jahat kepada sumbernya. Lht Onsu. 

Doodo/h = agung; dood = damai (A); rooro = goncang. Mengiaskan tokoh agung yang membawa kedamaian di tengah suasana krisis menggoncang ketenteraman.Lht Rorora. 

Doringin = menari bagus; rondor = bagus; ringin = tari berputar. Mengiaskan orang yang bagai penari berputar indah dalam peran dan kehidupannya Bdg Mondoringin. 

Doroinde, rondor = lurus, jujur; inde = takut. Mengiaskan orang lurus hati dan jujur tanpa rasa takut membela sesamanya. Lht Inde, Kainde, Sinde. Bdg Rondonuwu. 

Dotulong = suka tegak berdiri; tulong = berdiri. Mengiaskan pemimpin berwibawa yang tegak berdiri membela negeri. Lht Lotulong, Motulo, Rotulung Tulong, Wotulo. Bdg Toar,Tulung. 

Dumais, dumaes = mengarungi (A); daes = arung.; rawis = puncak. Mengiaskan tokoh bermotivasi mengarungi tantangan untuk meraih posisi puncak. Lht Rais, Rawis, Rumawis. 

Dumanaw,(L) = meminyaki; dana, lana = minyak. Mengiaskan orang arif yang meminyaki atau melicinkan jalan untuk meraih tujuan suci. Lht Lanawaang, Lumanaw. 

Dumangka = naik; dangka`, rangka` = atas. Mengiaskan orang yang belajar dan bekerja keras agar naik/ke atas berprestasi meraih tujuan.Lht Manangka,Rumangka Bdg Langkai. 

Dumangkang, rangkang = ranting halus dan tajam. Mengiaskan warga negeri yang bagaikan ranting halus dan tajam memagari negeri. Lht Dumangka, Rumangkang. 

Dumbi = di depan (R). Mengiaskan pengabdi teladan yang bersedia terdepan berjuang dan terakhir menikmati hasil. Bdg Dampi, Tampi, Rampi. 

Dungus, dunus, lunus = ganti kulit. Mengiaskan orang yang mampu mengganti kulit atau baju untuk menyesuaikan diri atau membarui penampilan dirinya. Lht Pungus. Bdg Inarai, Karai. 

Durand/t, dou = jauh; uran = hujan; urang = anak. Mengiaskan tokoh dengan hujan berkat di negeri jauh yang mencintai anak keturunannya. 

Dusaw, desaw = buka, pecahkan, keluar (T); resaw = tumbuh tak ditanam. Mengiaskan tokoh mandiri otodidak yang membuka/memecahkan masalah kehidupan bersama.

Carolus - Corneles

Caroles (Brt) [karoles], ka = amat, roro = matang, lesut = pecah. Mengiaskan tokoh yang bersikap amat matang memecahkan permasalahan kehidupan bersama. Bdg Lasut. 

Carundeng [karundeng] = sangat berbunga; rundeng = pinggir berombak atau berbunga. Mengiaskan seniman orijinal yang berwatak indah menarik. Lht Karundeng, Rundengan. Bdg Mandagi, Ragi, Ragian, Rogi. 

Chandra (As) , ca [tja] = tidak; an dangka = di atas; ra = darah. Mengiaskan manusia arif pendamai yang tak suka suasana berdarah dalam pertikaian tingkat atas. Lht Rahasia. 

Christofel, (ff), (Brt) [kristofel]
 
Coloay [k], loway = bayi/anak laki-laki; ko = kau. Mengiaskan pendidik yang mencintai anak-anak/warga masyarakat. Lht Koloway, Oway, Uway. Bdg Kumaunang, Urang. 

Comeisz [komeis], ko = kau; mei = mari. Megiaskan orang bersikap inklusif dan terbuka memanggil/menerima orang ke dua (kau) dalam kehidupannya. 

Corneles (Brt) [korneles], koro = amarah, ne = nya, lesut = pecah. Mengiaskan warga yang amarahnya timbul menghadapi para pemecah belah masyarakat. Lht Koro`. Bdg Oroh.

Kamis, 10 Maret 2011

Babay - Buyung

Babay, bae-bae = baik-baik, baya = semua. Mengiaskan pemimpin yang senantiasa membela keadilan demi kebaikan bagi semua orang.

Baderan, ba,wa= bara;  dei  = tidak; ra`an = berdarah. Mengiaskan tokoh bersemangat bagai bara  tetapi tak menghendaki pertumpahan darah.  Bdg Bade

Bade van, ba, wa = bara; dei = tidak. Mengiaskan tokoh yang tidak pemanas seperti bara api tetapi rasional dan menyejukkan. Bdg Baderan.

Baga,(gh) = bara (W,T), api. Mengiaskan tokoh hangat atau bersemangat tinggi yang meningkatkan rasa optimis. Lht Waas, Waha, Warouw. Lht Baguna.

Baguna, baga = bara (W,T), unang = anak gadis. Mengiaskan pendidik bersemangat berapi-api bagai panasnya bara membina anak -anak gadis. Lht Kaunang.Lht Baga,Waha.

Bala, wela = pasukan. Mengiaskan pasukan yang mampu melindungi negeri dari gangguan musuh. Lht, Onibala, Wala. Bdg Bela.

Baramuli(Nus), ba = be; ra= darah; maulit = benar-benaran. Mengiaskan tokoh yang benar-benar siap mengorbankan darahnya untuk suatu hal.

Banteng = anoa.  Mengiaskan tokoh yang siap berjuang membela diri dan lingkungan huniannya, dengan keberanian seperti banteng atau anoa. Lht Agu. Bdg Mokoagouw.

Barends, ba, wa = bara; reen = benar-benar. Mengiaskan tokoh yang benar-benar bersemangat membara membela lingkungannya. Lht Baga, Waha.

Batas, baa, wa = bara; rentas = putus. Mengiaskan warga yang panas bagai bara memutuskan sesuatu demi kebersamaan. Lht Atas, Watas. Bdg Baga, Baguna, Warouw.

Batasina, baa,wa = bara; rentas = putus; ina = ibu. Mengiaskan pemimpin yang semangatnya membara dan tak putus membela kehormatan ibu/Ibu Pertiwi. Bdg Rahasia.

Bato(Nus), ba,  ber = memiliki; to/u = manusia. Mengiaskan warga masyarakat yang memiliki sifat mecintai sesama manusia.
   
Batubuaya, ba = bara; tuun = benar-benar;  wuaya = berani. Mengiaskan warga yang  benar-benar berani  menghadapi  musuh  masyarakat dan negeri. Lht Warouw, Mamuaya.
                                                                                          
Batuna = biji buah, benihnya; watu = batu; na = nya. Mengiaskan kader yang keras bagai batu serta potensial sebagai benih untuk menjadi pemimpin masyarakat. Lht Watuna.

Bayo, boyo, poyo = cucu. Mengiaskan pemimpin yang memperlakukan sama semua warganya sebagai sesama saudara cucu cece senenek moyang. Lht Bojoh, Piyo.

Bela,(ll) wela = lantai atau dasar. Mengiaskan orang yang memegang prinsip dasar dalam kegiatan atau perjuangan hidupnya. Lht Welan. Bdg Bala, Onibala, Wala.

Belung, bengkow = tombak; kelung = perisai. Mengiaskan pengawal setia atau pejuang tepercaya melindungi kaum lemah. Lht Kelung. Lht Sinolungan, Tangkudung.

Besau/w,(ouw),  besa = pecah (L&W). Mengiaskan orang optimis memecahkan masalah-masalah kehidupan.

Biling, wiling = balik, putar. Mengiaskan ahli taktik perang yang balik menyerang musuh dengan berputar dalam daerah pertempuran. Lht Mamiling, Mawiling, Wowiling.

Bira, bobira = benjol kecil; ila` = tahi lalat. Mengiaskan orang ganteng yang dipercantik benjolan  tahi lalat atau perawat kecantikan wajah diri atau sesamanya. Bdg Mira.

Bojoh,(y), woyoh = lembut buah. Mengiaskan orang yang lemah lembut dan arif dalam kematangan dirinya. Lht Bayo, Peyo, Umboyo. Bdg Buyung, Kapoyos.

Bokau = memiliki emas; kahu = emas (W,T). Mengiaskan orang berbakat yang memiliki kemampuan bernilai tinggi seperti emas. Lht Rukau`, Runtukahu. Bdg Kuhu.

Bokong = memiliki kepala; kokong = kepala. Mengiaskan warga masyarakat yang memiliki kepala atau tampil sebagai pemimpin berwibawa.

Bolang,(or), werang = tongkat pegas jerat. Mengiaskan petugas yang siap menjerat untuk menangkap hamah atau musuh masyarakat. Lht Worang. Bdg Solang.

Bolung, solung = gelang logam peralatan. Mengiaskan orang yang seperti gelang logam kokoh memegang prinsip membela keyakinannya. Lht Sinolungan. Bdg Kelung.

Bone (Brg), boto = tengkorak bersama rambut; nea = musuh, mereka. Mengiaskan pendekar yang selalu membawa tengkorak musuh yang dikeringkan. Lht Boto.

Bororing, roreng = perangkap ikan dari bambu. Mengiaskan petugas seperti perangkap ikan, berupaya menangkap, atau berjuang memperoleh/meraih tujuan. Lht Roring.

Boseke, boto = tengkorak; seke = perang. Mengiaskan pemimpin yang siap berperang mengalahkan musuh negeri. Lht Boto, Lelengboto, Seke, Sengke, Watuseke.

Boto = tengkorak manusia yang dikeringkan bersama rambutnya. Mengiaskan pendekar yang mengayau (mamuis) musuh membela negeri. Lht Moto, Mamoto, Tamboto. Bdg Boseke, Watuseke.

Buat = bak daun woka muda (W); wuat  = harta milik. Mengiaskan warga bagaikan pemegang bak daun woka muda yang memiliki pengetahuan dan keterampilan  selaku harta miliknya. Lht Wuat, Wuaten. Bdg Suatan.

Buhari (Jtn), bua` = buah; arii = tiang utama rumah. Mengiaskan tokoh yang berbuah banyak selaku tiang utama sandaran masyarakatnya. Lht Aridan, Bdg Toar.

Bumbunan, bumbun, pumpun = isi penuh; wuwungan = bubungan rumah. Mengiaskan pekerja keras mengisi penuh/menyiapkan diri untuk mencapai puncak. Lht Wuwungan.

Buyung(j), puyun = cucu, cece. Mengiaskan tokoh yang memandang sama setiap orang sebagai cucu cece saudara senenek moyang. Lht Umbuyung. Bdg Boyoh, Peyo, Pijo.

Abraham - Ayuwah [2]




Angit = tinggi, di atas. Mengiaskan kader yang siap diangkat ke posisi tinggi di atas kedudukan sesamanya. Lht Kalangi,  Langi, Plangiten, Ratulangi, Sahelangi, Walalangi.

Angkai(-kei) = sorong, angkat. Mengiaskan tokoh berpengaruh atau pejabat tinggi yang berwenang menyorong/mengangkat warganya dalam suatu peran. Lht Langkai, Pangkei.

Angkauw, angko = kera (A); gaduh. Mengiaskan penegur orang-orang yang berperilaku seperti kera perusak tanaman dan pembuat kegaduhan. Lht Angkow, Tangkow.

Angkep = gelap, tertutup (W). Mengiaskan tokoh kritis yang mengajak masyarakat untuk keluar dari suasana gelap dan tertutup. Bdg Kawengian.

Angkilen = disentuh (W); sangkilen = sentuh keras. Mengiaskan orang kuat dan sabar sekalipun keras disentuh atau dikritik takkan kasar membalasnya. Bdg Angkiran.

Angkiran = sebagiannya digantung; cedok sebagian. Mengiaskan tokoh yang bagai mencedok atau menggantung sebagian untuk memenuhi kebutuhan.  Lht Warangkiran.

Angkol = potong (W); angko = teriak; pongkol = potong. Mengiaskan pendekar yang dengan teriakan kemenangan memotong atau mengalahkan lawan. Lht Angkou,Tangkow.

Angkou/w,(ow), angko = suara keras, teriakan kera (A). Mengiaskan tokoh masyarakat yang dengan suara keras mengkomunikasikan aspirasi masyarakat. Lht Angkol, Tangkow.

Angkum = mendapat, pinta (W). Mengiaskan warga masyarakat yang memperoleh sesuatu berkat sesuai  permintaannya kepada-Nya. Lht Tangkuman.

Angkun = gulung (W); lingkunen = gulung bungkus. Mengiaskan orang yang menggulung sesuatu untuk dinikmati. Lht Lumangkun. Bdg Tangkulung.

Angouw  = ranting halus (T). Mengiaskan pemimpin yang mengumpul warganya seperti menumpuk ranting-ranting  halus untuk diberdayakan. Lht Pangauw, Tulangouw.

Anis = tusuk, sentak (P). Mengiaskan orang yang sikap, ucapan, atau perilakunya dapat menusuk dan menyentak atau menyadarkan pihak lain. Lht Johanis.

Ansal = ketuk (W), wansal = banting. Mengiaskan tokoh bermoral yang datang mengetuk pintu hati orang untuk membela kaum yang terbanting kehidupannya.

Ansow = mata angin (P). Mengiaskan tokoh panutan yang dijadikan mata angin atau pedoman bertindak dalam kehidupan bersama.

Ante, ente = kuat. Mengiaskan pemimpin yang tumbuh sehat dan kuat serta solid didukung masyarakat umumnya.

Anter, antaren = pukul (L&W). Mengiaskan pemimpin yang memukul hancur musuh negera, atau bawahan tak berdisiplin. Lht Kanter. Bdg Ante, Mangente, Toar.

Antoi = gantung ayun. Mengiaskan pemburu yang menggantung sambil mengayunkan hasil buruhannya.  Lht Intoi, Ontoi, Kumontoi, Pitoi, Tooy. Bdg Wayong.

Antou/w,(tow), pinter, mengerti (W). tou = manusia. Mengiaskan orang pinter yang mengerti sesama dan dikagumi pengetahuannya. Bdg Kapantouw,Pantow, Pomantow.

Aper = cegah, rintangi (W); apean = rintangi. Mengiaskan tokoh meyakinkan yang merintangi gagasan atau perilaku merugikan. Bdg Rumimper.

Apituley,(Nus), rapit, apit = serta, dengan; leley = pikul. Mengiaskan tokoh kesayangan yang didukung di pundak warga masyarakat pemujanya. Lht Elean, Lineleyan, Bdg Aling.

Arai = pakaian (W); karai = pakaian berjimat. Mengiaskan pendekar gagah berani yang didorong rasa kuat dan percaya pakaian berjimat atau iptek. Lht Inarai, Kiroyan, Narai.

Ares =  nyanyian penghibur arwah-arwah. Mengiaskan seniman penggubah/artis penyanyi melantunkan lagu penghibur arwah atau warga yang berdukacita. Bdg Rares.

Ari, arii = tiang rumah (T). Mengiaskan kader sebagai tiang utama rumah, simbol penopang bangunan hidup bermasyarakat. Bdg Toar.
  
Ari’dan = pada siapa berharap, menyerahkan diri (W). Mengiaskan tokoh berwibawa  harapan dan tempat menyerahkan diri selaku sandaran masyarakat. Bdg Ari, Arin, Toar.

Arin/g, = bawa dengan hati-hati (T); alin = bawa. Mengiaskan tokoh yang hati-hati membawa diri dalam kehidupannya. Lht Arina, Ering. Bdg Aling.

Arina, ariina = tiang tengah rumah (T). Mengiaskan tokoh utama sebagai tiang tengah rumah yang menjadi tempat bersandar atau patokan semua pihak. Lht Aridan. Bdg Toar.

Aris = yang diurus dan tersimpan (P). Mengiaskan warga yang diurus atau dibantu agar bakat unggul yang masih tersimpan (potensial) terkembang optimal.

Aror, eror, keror = tabur padi. Mengiaskan petani profesional yang memiliki keahlian dalam bidang penanaman padi. 

Aru’, aah = seruan; uru = jimat kebun. Mengiaskan warga yang pandai menjaga kebun dengan jimat/kekuatan magis, kini dengan anjing penjaga, pagar kawat duri atau listrik. Bdg Aruperes.

Aruperes, arui = senang, bergairah; reres = terkikis mengecil. Mengiaskan orang yang senang dan bergairah berjuang, sampai terkikis mengecil digerogoti usia. Bdg Aru, Rares.

Asa,(ss), = sejenis lalang berdaun tajam (L&W); esa = satu. Mengiaskan orang yang mensyaratkan satu ketajaman analisis, untuk pemecahan masalah. Bdg Assagaf.

Asar = tiru, ceriterakan (T). Mengiaskan orang yang patut ditiru serta diceriterakan tentang prestasi unggul dan perilakunya dalam berbagai kesempatan. Bdg Eman.

Aseng = nafas; waseng = laki-laki teladan. Mengiaskan lelaki yang nafas atau semangat juangnya memecahkan masalah/mengatasi kesulitan patut diteladani.

Assagaf, asa, esa = satu, gate = kait; mafafa = pelepah. Mengiaskan tokoh penganalis tajam//pemersatu yang mengaitkan nilai luhur pada pelepah kehidupan bersama. Bdg Asa.

Atap, tap-tap = denyut (A). Mengiaskan tokoh bersemangat tinggi yang jantungnya berdenyut cepat, untuk  membela orang tertindas dalam  lingkungannya.

Atas, wa’tas = perawan, watas = batas (W). Mengiaskan orang yang menghormati batas kesucian atau keaslian seperti keperawanan gadis dalam pernikahan adat. Lht Watas.

Atu’ = suruh; utu = anak laki-laki (T). Mengiaskan pemimpin yang memiliki gaya jantan anak laki-laki dalam perjuangan. Lht Utu’. Bdg Kaunang, Loway, Manuhutu, Turang.

Atus, maatus = seratus (T).  Mengiaskan pekerja otak yang efisien memanfaatkan peluang sehingga mampu berprestasi beratus-ratus kali dibanding dengan rata-rata sebayanya. Lht Maatus.

Awang = penolong; tawaang = tanaman batas. Mengiaskan penolong yang mencegah agar tak terjadi pertikaian melewati batas hak antar sesama.Lht Tawaang.Bdg Lanawaang.

Awon = mau, suka (T), dirindui (W). Mengiaskan orang yang mau/menyukai hal-hal baik dan berguna seperti dirindukan masyarakat. Lht Awondatu, Wondatu. Bdg Ratu.

Awondatu, awon = dirindui, datu = pemimpin berwibawa. Mengiaskan pemimpin adil dan berwibawa yang disukai/dirindukan masyarakat. Lht Awon, Wondatu. Bdg Ratu.

Awuan = dapur umum; awu = dapur. Mengiaskan pemimpin yang kaya gagasan bagaikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan orang banyak. Bdg Timbur.

Awuy, arui = senang (T); wui = tanya; adui = alir, air (A). Mengiaskan pakar berlimpah ilmu senang ditanyai, dan lancar seperti air mengalir memberi jawabannya.Lht Wuisan.

Ayuwah(Nus), ai, wah = kata seru girang, uwak = badan. Mengiaskan orang yang selalu girang atau merasa senang karena tubuh/badannya senantiasa kuat dan sehat.

Rabu, 09 Maret 2011

Abraham - Ayuwah [1]

Abraham, Abram, adalah bapak segala orang beriman (Alk). Mengiaskan tokoh pemimpin bermoral daCn beriman menurut ajaran agama serta dapat menjadi teladan. Bdg Linu, Lendo, Wenas.

Abutan, awutan = cabuti rerumputan, siangi.  Mengiaskan orang yang dapat dicontoh menyiangi tanaman, atau membersihkan rerumputan dalam lingkungan kehidupannya.

Adam (Bg) = manusia pertama ciptaan Tuhan (Alk). Mengiaskan orang yang berjuang menjadi tokoh pertama dan utama.

Aer, waer = bayar tunai, lunas (A). Mengiaskan warga masyarakat yang membayar lunas hutang atau membalas budi baik sesama.
Agha/ts = hiasan buluh burung pada topi penghulu perang. Mengiaskan pemimpin yang memakai topi dengan tanda jabatan berupa hiasan buluh burung. Bdg Luntungan. 

Agit = sambar (W). Mengiaskan orang yang peka merespons tantangan jaman dengan menyambar atau merebut peluang-peluang terbuka pada suasana tepat waktu dan ruang. 

Ago, lagow = anoa, sapi hutan; aghoi = longgar. Mengiaskan pemberani seperti anoa yang akan mengamuk jika kehidupan/lingkungannya diganggu atau tak longgar dijepit pihak lain. Lht Koagow, Mokoagow. 


Agoe,(u),(uh) = umur pendek (W). Mengiaskan tokoh berusia pendek tetapi berbuat banyak bagi masyarakat dan sesama. 


Agou, Lht Ago, Golioth, Koagouw, Langow, Mokoagouw. 

Akai,(y) = elit (A); aka = akar; paaka-akaan = pelopor, pemimpin atau tonaas. Mengiaskan tokoh pendiri/pendahulu negeri, atau pelopor yang ditaati dan diteladani masyarakat. Bdg Lintuuran, Turang. 


Alaun =  jadi perawan (W); mengalaun, laun = gadis. Mengiaskan tokoh orisinil kebanggaan seperti perawan yang menjadi hiasan pembawa nama baik keluarga.

Ale’, aler = siap siaga (T), ale = tolong, tongkat. Mengiaskan tokoh sekaligus sahabat yang  seperti tongkat siap siaga dengan kemampuannya membantu atasan/sesamanya.

Aleng = pertolongan (W). Mengiaskan orang kuat dan baik hati yang dapat diharapkan memberi pertolongan sewajarnya bagi kaum kurang beruntung. Lht Ale. Bdg Timbuleng.

Aling (Nus), alin = bawa. Mengiaskan tokoh tepercaya yang membawa sesuatu hal bermakna dalam masyarakat. Bdg Kalen, Apituley.

Alo = laki-laki kesayangan; kalo = sahabat. Mengiaskan kawan sebaya serta warga masyarakat tersayang dengan penampilan diri yang simpatik. Lht Alow, Kalalo, Kalo
Alow,(ll),(loan), alo = laki-laki, aloan = bersifat jantan/pemberani. Mengiaskan laki-laki jantan/pemberani pembela kaum lemah. Lht Alo, Laloan.

Alowong, lowong = hama dalam beras. Mengiaskan tokoh yang membersihkan hama dalam beras atau sumber kehidupan. Bdg Lolowang.

Alum = cintai, piara (W). Mengiaskan warga yang mencintai, memelihara, melestarikan atau meningkatkan mutu suatu hal.

Aluy = karunia, pelipur hati (P). Mengiaskan seniman yang dikaruniai (gifted) berbakat unggul, selaku pelipur hati masyarakat di tengah penderitaan. 

Ambei, kambeien = merangkul; kambeng = pegang pada bahu. Mengiaskan tokoh yang merangkul, atau bahu membahu memajukan kehidupan bersama. Lht Kambe, Kambey.

Ambo = ambil dengan merentangkan tangan (T). Mengiaskan orang yang dengan sekuat tenaga sejauh rentangan tangan berjuang mengambil/meraih tujuan. Lht Ambouw.

Ambouw, abouw = marah; sambouw = potong miring (W). Mengiaskan orang yang marah dan bersemangat memotong miring gerakan musuh. Lht Masinambow, Sambow.

Ambur, sambur = tabur; sobor = subur (T). Mengiaskan orang dalam pekerjaan yang diberkati Tuhan; sebagai penabur tanaman pada lahan yang subur. Lht Sambur. Bdg Sambul.

Amek = tak berisi (W), samek = kotor. Mengiaskan tokoh pendidik yang peduli pada kaum tak berisi atau miskin dan kotor agar tumbuh menjadi manusia utuh dan bermutu.

Amo, tamon = tambun. Mengiaskan orang tambun dengan muka atau paras yang sehat. Lht Amoi, Amon,  Tamon. Bdg Kotambunan, Tambun.

Amoi, karawoi, karamoi = teman sekerja (T). ka- = teman. Mengiaskan orang yang suka membangun hubungan akrab dengan teman sekerja. Lht Karamoi. Bdg Amo, Amon.

Amon = yang diberi rupa, disayangi (P). Mengiaskan orang yang diberi rupa  dalam jabatan penting serta disayangi banyak orang. Lht Ponamon, Tamon. Bdg Amo.

Ampeng = tertambah. Mengiaskan tokoh yang bersedia menerima beban tambahan demi kesejahteraan bersama. Lht Rampengan, Bdg Rampen.

Ampet = genap, jangkau (W). Mengiaskan orang yang menggenapi/memenuhi persyaratan dan berhasil menjangkau prestasi prima.

Ampou, ambou = potong licin; apou = racun pelemah ikan. Mengiaskan tokoh yang melemahkan musuh dengan memotong miring/menghadang. Lht Sampou, Sumampou.

Ana, ena = senang, damai (T). Mengiaskan pemimpin yang menyenangkan masyarakat dengan prestasinya mendamaikan pihak-pihak berseberangan.

Ander, ander = sahabat. Mengiaskan orang yang setia memelihara persahabatan dalam keadaan susah atau senang. Bdg Ender, Nender.

Andir,  an  = di, kedir = dinding.. Mengiaskan orang yang bagai dinding selalu menengahi, mendamaikan, serta mencegah konflik dalam masyarakat.

Andou = cahaya matahari (W); endo = siang. Mengiaskan orang yang bagai cahaya matahari siang memberi kehidupan bagi makhluk hidup. Lht Kandow. Bdg Warouw

Andries, (Borgo); andi = entah, tak kenal; rengis = hangus. Mengiaskan petugas hukum, yang mencari pelaku tak dikenal dalam pembakaran menghanguskan sesuatu hal.

Andu, endu = basah (T); tempat yang menyenangkan (W). Mengiaskan orang atau pejabat dalam posisi/tempat basah untuk menyenangkan sesama. Bdg Andusan, Salendu.

Andur = goyang, haru (W); endur = bunyi guntur. Mengiaskan pembicara dengan suara mengguntur yang menggoyang rasa haru masyarakat. Lht Mendur. Bdg Ander, Ender.

Andusan = tempat menyenangkan (W); anduen = kesenangan (L&W). Mengiaskan tokoh  simpatik yang menjadi tempat menyenangkan sesama. Bdg Andu.

Ane’ = cium, kecup. Mengiaskan pemimpin yang menyayangi warga seperti ibu ayah atau kekasih  mengecup mitra kesayangan. Lht Anes. Bdg Konsiungan, Moniung.

Anes, la’nes = malas, lembut (T). Mengiaskan orang tenang dan lembut yang tak tergesa-gesa berbuat sehingga terkesan malas. LhtDanes, Lanes, Ane`. Bdg  Anis.

Anggoronggang: anggor = anggur; doong, roong = negeri; angkai = angkat. Mengiaskan pendekar bagai anggur manis yang mengangkat martabat negerinya. Bdg Sanggor.