Sabtu, 23 April 2011

KAAT – KUWU (4)

Kawoka, woka = daun muda palm. Mengiaskan orang yang bagaikan daun muda palm tampil tegak dan siap dibuka lebar sebagai payung masyarakat.  Lht Kawuka. Bdg Wokas.

Kawonal, ka = sahabat; wona’ = kira-kira, tak pasti. Mengiaskan sahabat yang berhati-hati memperkirakan keadaan amat tak pasti dalam masyarakat. Bdg Wondal.

Kawuka = sangat terbuka; wuka’ = buka. Mengiaskan orang yang sangat terbuka menampung serta mempertimbangkan pendapat berbeda pihak lain.

Kawulan, kowulan = suka-suka barang mas (T); wulan = bulan bercahaya. Mengiaskan tokoh pengeamr barang bercahaya seperti emas yang bernilai tinggi.Lht Kawulanan.

Kawulanan = banyak mas, bagus bersih (W); wulan =  bulan, emas. Mengiaskan orang bagai sumber emas, yang bersih dan bagus untuk diteladani. Lht Kawulan. Bdg Bokau.

Kawulur = serupa bambu; wulud = bambu. Mengiaskan tokoh bagai bambu lurus tepercaya atau dapat dipegang janjinya. Lht Kowulur, Wulur.

Kawulusan = tempat ikan besar; wulus = ikan besar. Mengiaskan tokoh masyarakat yang menjadi tempat ikan besar atau orang-orang  besar berkumpul. Lht Ulus, Uwus, Wuwus. Bdg George, Pongkorung

Kawung = setinggi puncak atap; wuwung = puncak atap. Mengiaskan orang dalam peran puncak atau di atas semua warga keluarga/masyarakat. Lht Kawuwung, Wuwungan.

Kawusokon = tempat biasa orang banyak berkerumun (FWS,2003). Megiaskan tokoh berpengaruh dan menarik hati tempat menerima petuah-petuah. Bdg Kawulusan.

Kawuwung = kawan di puncak atap; wuwung = puncak atap. Mengiaskan orang yang suka teman baik yang potensial untuk berperan puncak. Lht Kawung,Wuwungan.

Kayansow, kaya’ = memberikan;  ensow = geser.  Mengiaskan pemimpin yang suka menggeser, memindahkan atau memberi peran baru buat warganya. Lht Koyansow.

Kayong = bergantung (FWS,2003). Mengiaskan tokoh tempat bergantung bagi warga lemah dalam masyarakat.

Keilen, ke’il = gali kecil-kecilan. Mengiaskan orang yang menggali sampau hal-hal kecil untuk menemukan kebenaran dan keadilan, serta arif dalam sikapnya. Lht Tuildan Keintjem,(c), kengkem = tutup mulut. Mengiaskan penyimpan rahasia, atau tokoh yang sedikit bicara tapi banyak kerja. Lht Ketep, Kintjem, Kumeintjem. Bdg Okem.

Keke = tertawa, gadis perawan.  Mengiaskan orang yang bersemangat bagaikan gadis perawan dengan senyum dan tertawa manis yang menawan hati. Lht Eke, Kekean,Maleke.

Kekean = tempat tertawa, enteng. Mengiaskan pemimpin tempat orang dapat tertawa sambil enteng memandang masalah berat. Lht Eke, Keke, Maleke,  Manueke, Sumeke.

Kekung, kekelung = alat pelindung; kelung = perisai. Mengiaskan pendekar tempat berlindung bagi yang terancam atau mengalami kesukaran. Lht Kelung, Sinolungan.

Kela/h,  kelana = manik-manik emas atau logam lain (L&W). Mengiaskan warga berprestasi yang menjadi perhiasan indah bagi masyarakat. Lht Kelatou. Bdg Sinolungan.

Kelatou = buang tenaga orang (T); tou = orang. Mengiaskan manusia yang memiliki rasa percaya diri tinggi, tak memerlukan bantuan dalam perjuangan hidupnya. Lht Kela.

Keles = bayi, kurus, ramping, tajam. Mengiaskan manusia muda yang masih seperti bayi kurus dan ramping tubuhnya, tetapi tajam memecahkan masalah kehidupan. Bdg Keloai.

Keley = dengar-dengaran (P), lele = setuju hal-hal baik. Mengiaskan orang yang dengar-dengaran dan menyetujui hal-hal baik demi kemajuan bersama. Lht Elean, Keleyan.

Keleyan =  penurut yang dilewati; eleyan = sisihkan, lewati. Mengiaskan penurut yang bersedia dilewati atau disisihkan, sekalipun berpestasi tinggi. Lht Elean. Keley.

Keloai, lowai = anak bayi lelaki, Mengiaskan tokoh yang bagai anak bayi laki-laki kesayangan serta tumpuan harapan keluarga dan masyarakatnya. Lht Colowai, Kolowai.

Kelumbatu, kelung = perisai; batu = batu. Mengiaskan orang kebal yang bagai terlindung perisai keras terbuat dari batu. Lht Kurumbatu.  Lht Kelung, Sinolungan.

Kelung, = perisai spiritual atau fisik. Mengiaskan orang yang membentengi diri dengan perisai spiritual/fisik di tengah masyarakat. Lht Kekung, Sinolungan, Tangkudung.

Kembal = kelapa muda. Mengiaskan tokoh muda bagaikan kelapa muda yang lembut belum berpengalaman tetapi enak atau simpatik pnampilannya. Bdg Kimbal.

Kembau, kembol = tidak kuat; kelemba’u, keremba’a = bintang merah atau Mars (T).. Mengiaskan tokoh sukses bagai bintang Mars bersinar sekalipun fisiknya tidak kuat.

Kembayak = rampasan perang (FWS,2003). Mengiaskan pendekar yang mampu mengalahkan musuh dan membawa pulang rampasan perag milik wanua.

Kembi, kebi` = patah/bahagi kecil. Mengiaskan tokoh yang adil membagi-bagi suatu hal secara merata, sekalipun setiap warga hanya memperoleh bagian kecil-kecil.  

Kembol = kaki lemah, tidak kuat (T); sindirian kepada pemalas. Mengiaskan tokoh yang suka menyindir/menegur para pemalas sebagai orang berkaki lemah. Bdg Keol, Kepor, Weol.

Kembuan, kebu = pusar perut, sumber.  Mengiaskan orang pada pusat kegiatan bagaikan mata air atau sumber kehidupan untuk mememenuhi kebutuhan bersama. Lht Kembuanbene, Manembu.
  
Kembuanbene, kebuan = mata air; bene = padi. Mengiaskan orang yang bagai mata air sumber makanan/kehidupan bersama. Lht Kembuan, Manembu.

Kemor, kemo = kotor. Mengiaskan orang bersih yang berhati-hati agar tak dikotori oleh godaan melanggar nilai-nilai luhur dalam kehidupannya. Lht Emor, Kaemor.

Kemper, seke = perang, mo = mau, seper = bendung. Mengiaskan tokoh yang membendung perang dengan perjuangan damai. Lht Seke, Watuseke. Bdg Rumimper.

Kemur = bertemu (L&W); semur = mulut. Mengiaskan pendamai yang mempertemukan mulut atau pendapat semua pihak dalam dialog saling menguntungkan.

Kenap, sena’ = cahaya. Mengiaskan orang yang wajahnya bercahaya terang berkelap kelip, memancarkan kasih sayang di tengah dendam dan kebencian. Lht Endap, Undap.

Kendong = pintal, didik. Mengiaskan orang yang bagai memintal tali, bergiat mendidik perkembangan warga menuju kedewasaan dan kemandirian hidup. Lht Kumendong.

Keneng = jinjing; putar daun telinga. Mengiaskan tokoh yang menjinjing pada telinga binatang hasil buruan, atau menunjuk warga sukses berkarya nyata dalam masyarakat.

Kengi’ = tidak dengar-dengaran, tertawa-tawa (W). Mengiaskan orang yang tak dengar-dengaran bahkan menertawakan perintah tak benar otoritasnya. Bdg Eke.

Keno’,  kaleno = amat jernih, terang dan jelas;  leno = jernih, terang. Mengiaskan tokoh yang sikapnya amat jernih, terang dan jelas membela keadilan dan kebenaran.Lht Leno.

Kenos, kaledos = amat bersih/suci; bagus, rapih (W); le’dos = bersih, suci (W). Mengiaskan orang yang tampil tanpa cacat, bagus, rapih, bersih dan suci. Lht Lendos.

Kenta’talun = yang menumpas hutan (W). Mengiaskan rimbawan yang menguasai rahasia rimba dalam membuka hutan lebat menjadi lahan pertanian produktif.

Ke’ol = kaki pincang. Mengiaskan pemimpin perang yang mampu memincangkan kaki atau menghambat mobilitas musuh, selaku taktik memenangkan pertempuran, Lht Epor.

Kepa = tidur telungkup. Mengiaskan orang yang suka tidur telungkup untuk mengumpul tenaga agar mampu bangkit dari kekalahan menuju kemenangan. Bdg Dipan, Rumopa.

Kepel,(pp)  = sempal (A); tekan atau melekat, Mengiaskan tokoh pemikir, sekalipun  ditekan melekat penguasa otoriter tetapi mampu bangkit berperan optimal.

KAAT – KUWU (3)

Karoro = amat matang; roro’= matang, masak (T). Mengiaskan orang yang amat matang, atau dewasa dan mandiri dalam pertimbangan kehidupannya. Lht Karoraken, Rorora.

Karouw = luka (A); amat jauh; rou = jauh. Mengiaskan orang yang mampu mengatasi luka atau percobaan dalam suatu hal sekalipun berada amat jauh dari masyarakatnya. 

Karu’ = angguk (K); kasihan. Mengiaskan orang yang merasa kasihan dengan mengangguk atau selalu mengiakan permintaan kaum kurang beruntung. Bdg Karouw.

Karundeng = amat indah bentuknya; rundeng = pinggir lingkaran berbunga. Mengiaskan orang yang berwatak baik, indah, menarik dan terpuji. Lht Carundeng, Gerungan.

Karuntu = amat tinggi, mulia; kuntung, untu = bukit. Mengiaskan pemimpin dalam posisi amat tinggi, yang dimuliakan masyarakatnya. Lht Mawuntu, Paruntu.

Karuyan, ka = amat; arui = senang. Mengiaskan orang yang sangat menyenangkan penampilannya.

Karwur, rewur = asap (T); amat gemuk/subur. Mengiaskan orang dalam peran subur naik bagai asap berisiko hilang terbawa angin godaan. Lht Rewur.

Kasakeyan = sering menerima tamu; sakei = tamu.  Mengiaskan orang yang terbuka serta suka menerima dan melayani tamu/sesamanya.

Kaseger = amat subur (W); ka = rekan. Mengiaskan rekan sekerja yang amat subur dengan produksi surplus, bermutu,  sinambung dan mampu bersaing. Lht Seger.

Kaseke,(seng) = teman dalam perang; ka = rekan; seke = perang. Mengiaskan teman sepasukan yang bekerja sama dan peduli satu sama lain dalam perang. Lht Seke.

Kasenda, = teman sehidangan; ka = rekan; sende = makan sayur. Mengiaskan tokoh teman sehidangan, atau selalu hadir dalam suasana susah dan senang. Lht Ende. Bdg Pangkong.

Kasiha = amat kaya; ka = amat; sigha = kaya. Mengiaskan orang yang amat kaya dalam suatu atau banyak hal, baik material maupun spiritual. Lht Kasigha.

Kasigha = sangat pandai dan terampil; sigha = pandai, terampil. Mengiaskan cendekiawan kaya dalam ilmu pengetahuan, keterampilan/seni budaya. Lht Kasiha.

Kasimbar = amat baru, ka = amat; imbar = baharui (W). Mengiaskan teman/tokoh yang amat bergairah membarui kehidupan masyarakat. Lht Imbar, Mononimbar, Simbar.

Kasonso, ka = amat, senso = jemu, soso = banjir. Mengiaskan orang yang berkepribadian tangguh yang tak pernah merasa amat jemu memecahkan banjir permasalahan hidup.

Kasuean = amat kelimpahan (W); ka = sangat; suena = limpah. Mengiaskan orang yang amat berkelimpahan dalam kehidupan material/spiritual. Bdg Kiwol, Mangindaan.

Kasueyan = tempat pembalasan; sui = membalas dengan senjata musuh (L&W). Mengiaskan pemenang yang membalas/membalikkan kekuatan musuh. Bdg Donsu.

Kati, kaetian = tempat menjadi amat kering; etian = keringkan. Mengiaskan orang tabah yang hidup di tempat yang sumbernya sering menjadi kering. Bdg Pratasik.

Katimunei = gemar makan enak; tinei = usus; timunei = masuk usus. Mengiaskan orang yang gemar makan enak atau mengutamakan isi perut sepanjang hidupnya.

Katiwiei = tengok ke atas di sini; kaati = tengokkan; wiei = di sini. Mengiaskan orang yang mengajak sesamanya memandang ke atas atau berusaha maju meningkat. Bdg Kaat.

Katopo,(pp) = turunan satu opo, topo = perjamuan bunuh orang (W). Mengiaskan  pemimpin perjamuan adat untuk mencegah kejahatan pembunuhan terhadap sesama. Lht Manopo, Nopo, Opo, Topo.

Katunaw = amat rapat (W). Mengiaskan cendekiawan yang amat rapat atau padat berisi utuh bermutu dalam hal fisik, keterampilan, seni dan ilmu pengetahuan.

Katupayan, ka = amat, tou = orang; paayang = kerja. Mengiaskan tokoh teladan yang amat rajin belajar, bekerja dan berprestasi tinggi. Bdg Katunaw.

Katuuk = keturunan  satu pangkal; tuud, tuur = pangkal batang. Mengiaskan orang yang mementingkan kebersamaan menurut pangkal batang keluarga senenek moyang.

Kaumbene = gelang padi, emas padi (W); kahu = emas; bene = padi. Mengiaskan petani/ pekerja sukses yang prestasinya dinilai tinggi bagai gelang emas padi dalam kehidupan.

Kaumpungan, kaempungan = rumah ibadah; kahu = emas; empung = Tuhan. Mengiaskan warga beriman yang kebaktiannya di rumah ibadah lebih dari emas nilainya.Lht Moiten,  Ompung.

Kaunang = anak gadis kesayangan; kahu = emas; unang = anak. Mengiaskan pendidik/orang tua yang amat mencintai anak gadis kesayangan keluarga. Lht Kumaunang.

Kaundir = emas kuning (W); kahu = emas. Mengiaskan tokoh amat berjasa dan dihromati bagaikan nilai emas kuning murni. Lht Kaondiri.

Kaunsun = emas berlapis; kahu = emas; unsun = lapis tindih menindih. Mengiaskan tokoh sukses yang tampil bagai emas berlapis-lapis. Lht Unsulangi. Lht Mailensun.

Kauntu = puncak emas; kahu = emas; untu = puncak. Mengiaskan teman yang bagaikan di puncak bukit emas, dalam posisi kekuasaan tertinggi/termulia. Lht Mawuntu, Untu.

Kauntul = sangat membatasi diri; wuntul = sekedar bagiannya. Mengiaskan orang yang membatasi diri mencermati bagian tugasnya, tak mau mencampuri urusan orang lain.

Kaurensina = emas mengubahi dia (W). Mengiaskan orang yang mengubah dirinya menjadi lebih makmur dan sejahtera dengan belajar/bekerja keras. Lht Ourensina.

Kaurouw = emas jauh; kahu = emas, rou = jauh. Mengiaskan tokoh yang bagaikan emas di tempat jauh, membantu keluarga atau negeri asalnya. Bdg Runtukahu.

Kauwangko, kahu = emas; wangko = besar. Mengiaskan pemimpin yang bagaikan emas berukuran besar, adalah berjasa besar bagi masyarakatnya. Lht Runtukahu.

Kawahe, ka = terlalu, amat; waha = wa = bara. Mengiaskan orang yang amat panas semangat  juangnya membela sesamanya. Lht Waha. Bdg Warouw.

Kawalo = berputar cepat seperti gasing; walo’ = banting; kwalo = kuda. Mengiaskan sahabat berputar seperti gasing cepat menyesuaikan diri dan kuat bagai kuda. Lht Kalo.

Kawangkalan = sangat tebal; wangkang = tebal; kepada siapa berkat dilimpahkan (W). Mengiaskan orang yang diberkati dan tebal/berkelimpahan hidupnya.

Kawatak = sangat kuat; wata’= kuat. Mengiaskan orang yang sangat
kuat fisik mental dan luas serta akrab hubungan-hubungan sosialnya.

Kawatu = mampu mengejar; watuk = kejar (K); watu = batu. Mengiaskan orang dengan semangat keras bagai batu, mampu mengejar kemajuan. Bdg Kurumbatu.

Kaweke, ka = amat; weke = muka sedih mau menangis. Mengiaskan manusia simpatik  yang bisa bersedih atau bergembira sesuai suasana ruang dan waktu. Bdg Maleke.

Kawengian = kemalaman; we = kasih; ngingi = senyum manis. Mengiaskan pekerja keras sampai kemalaman, dan dengan senyum manis mengasihi sesama. Bdg.Rangian.

Kawet = panjat (A); tali pemanjat (L&W). Mengiaskan orang terampil menggunakan tali pemanjat atau meningkatkan karier dengan cara tertentu. Lht Kawetik,Wetik. Bdg Kusaw.

Kawetik, mawetik = hakim (A); weti’in = bakar diabu panas (L&W). Mengiaskan hakim yang bagai membakar di abu panas bersemangat menegakkan keadilan. Lht Kawet.

Kawilarang = amat luas; welar = luas. Mengiaskan orang yang amat luas pandangannya membangun kehidupan bersama. Lht Tilaar, Tular, Wilar. Lht Kalesaran, Lesar.

Kawo’ang = amat vokal; woang = rongga mulut. Mengiaskan tokoh vokal menyampaikan aspirasi masyarakat dalam suasana ruang dan waktu. Bdg Kaawoan.

KAAT – KUWU (2)

Kalumata, kalo = saudara, mata’ = mentah; taas = inti. Mengiaskan tokoh inti pembina orang muda, atau sahabat yang masih kurang matang pertimbangannya. Lht Kalu.

Kalumbene = perisai padi (T); kelung = perisai, bene = padi. Mengiaskan pemimpin yang menggunakan perisai padi atau ketahanan pangan. Lht Sewumbene. Bdg Kelung.

Kaluntas = amat hidup, cepat, kaki ringan (W); ka = mitra bersama; taas = inti, keras, utama. Mengiaskan mitra andalan yang hidup-hidup, rajin dan efisien. Lht Untas.

Kamagi = perhiasan berbunga (T); dagi, ragi = bunga.(W). Mengiaskan manusia unggul sebagai perhiasan berbunga bagi negerinya. Lht Mandagi, Pandagian. Bdg Gerung, Rogi.

Kamang = berkat, anugerah. Mengiaskan orang yang percaya bahwa berkat dan anugerah dapat diperoleh dengan kerja keras/permohonan doa kepada-Nya. Bdg Kainama.

Kamangkala = diberkati amat (W); kamang = mujur, berkat; kela = sisa, buang (T). Mengiaskan orang  mujur dan diberkati mendayagunakan bahan sisa/terbuang.

Kamasi = nama pohon/buah, tanaman obat; maasi = hati-hati. Mengiaskan dokter yang berhati-hati menyembuhkan penyakit dengan obat tradisional dari tetanaman. Lht Masi.

Kamasi, nama kelurahan di kecamatan Tomohon Tengah dalam Kota Tomohon.

Kambe, kambengen = merangkul, tangan di bahu orang. Mengiaskan sahabat yang amat senang menerima seseorang serta siap membantu sesamanya. Lht Dondokambey,Kambey.

Kambey,Cambey, kambeng = tangan di bahu teman; kabeyen =. rangkul. Mengiaskan teman sejati yang terbukti pada saat diperlukan. Lht Ambei, Dondokambey,  Kambe

Kambiri, kawii = kidal. Mengiaskan orang dengan suatu kemampuan khusus yang relatif tak lasim seperti menggunakan tangan kidal dalam berkarya. Bdg Sibi.

Kambong, kambung = awan. Mengiaskan orang berwawasan tinggi mengawan, yang disertai upaya keras mewujudkannya. Lht Kumambong, Mambo.

Kamu/h = jamah; kemu = campur (T); kecil, halus. Mengiaskan orang berwatak halus yang tak suka menjamah/mencampuri permasalahan atau urusan orang lain.

Kandei, ka = teman; andei = teladan; pandei = pandai; andeyan = contoh/umpama.  Mengiaskan, orang pandai yang patut diteladani cara belajarnya. Lht Pandei. Bdg Eman.

Kandio/h, ka = kawan; andior di depan. Mengiaskan tokoh yang terdepan berprestasi dan dapat diteladani. Bdg Kandow.

Kandolo = hari cuaca baik (W). Mengiaskan orang yang tidak tergesa-gesa, dan menunggu hari dan cuaca baik atau saat tepat meraih suatu hal. Bdg Mangolo, Ngolo.

Kandou/w, kaendoan = kesiangan; dou = jauh. Mengiaskan pemdekar tak terkalahkan/pekerja keras sampai kesiangan di kebun/tempat perjuangan yang jauh. Bdg Kawengian, Rau.

Kandowangko = pekerja keras di kebun besar; wangko = besar. Mengiaskan orang yang bagai bekerja keras mengelola kebun besar dalam pekerjaannya. Lht Kandouw, Wangko.

Kanender = amat bergemuruh; ender = guntur, maender = gemuruh (L&W). Mengiaskan tokoh yang perintahnya bagai guntur amat bergemuruh atau menakutkan. Lht Nender.

Kaneneng = terkuat, teneng = berdiri, keras. Mengiaskan tokoh yang sangat kuat dan keras berdiri  mempertahankan sikap dalam perjuangan hidupnya.

Kangiden (Jtn) = sangat ditakuti;  ka = sangat; ide’en = takuti. Mengiaskan pendekar yang sangat ditakuti musuh dalam pertempuran. Lht Doroinde, Inde, Kainde.

Ka’niw = sentak untuk mengingatkan; cabut, tarik cepat. Mengiaskan pemimpin  yang menyentak untuk mengingatkan akan menarik atau mencabut peran seseorang. 

Kanter = tongkat penopang bangunan, kenter = tumit (A). Mengiaskan pemimpin bagai tongkat kokoh penopang bangunan kehidupan bersama. Lht Anter.Bdg Mangente,Toar.

Kaondiri  = emas kuning. Mengiaskan orang berkepribadian yang  dinilai amat tinggi bagai emas murni.Lht Kaundiri. Bdg Bokau, Runtukahu.

Kapahang, ka = amat; paahes = banting dan tekan dalam perkelahian (K). Mengiaskan pendekar yang kuat membanting dan mampu menekan musuh negerinya. Bdg Koapaha.

Kapantow, ka = amat; patouw  = yang menumbuhkan. Mengiaskan tokoh yang amat bergairah menumbuhkan kemampuan sesamanya. Lht Antow, Panow, Pantow.

Kaparang = panaskan dekat api;  rarang =  diang: gebu (A). Mengiaskan, pemimpin yang menggebu-gebu memanaskan semangat juang. Lht Marang, Paparang, Parangan.

Kapele  = teman mandi; palele = jimat air mandi (T); lele = mandi, sukses. Mengiaskan teman mandi jimat yang merasa kuat dan berani dalam perjuangan. Lht Pelealu. Bdg Elean.

Kaperek = banyak bicara; we’rek = bicara, tegur. Mengiaskan orang yang banyak bicara suka menegur atau membimbing pihak lain. Lht Wolek, Worek.

Kapero = amat suka menegur. Mengiaskan warga kritis yang amat suka menegur pelaku pelanggaran nilai luhur. Lht Kopero.

Kapitoy, potoi,  pinotoi = ditampung dengan kain di badan (L&W). Mengiaskan tokoh sukses dan inovatif dengan media penampung pendapatan yang berlimpah . Lht Pitoy.

Kapo/h, ka = sesama; apo = nenek moyang. Mengiaskan orang yang memperhatikan hubungan persaudaraan dalam garis keluarga senenek moyang. Lht Katopo, Manopo.

Kapojos,(y), ka  = amat; peos = bujuk, belai lembut. Mengiaskan orang pandai membujuk dengan lemah lembut sesama anak cucu manusia. Lht Boyo, Peyo (s), Piyo.

Kapongoan = tempat sunyi; pongo = sunyi, tuli. Mengiaskan warga bagaikan pertapa di tempat sunyi yang menulikan atau menghindari suatu masalah.  Lht Pongo.

Kaporoh, ka = kawan;  poroh = bakul. Mengiaskan orang yang memandang sesamanya sebagai kawan sebakul, sekotak, sejalur, atau seperjuangan. Bdg Kaporong.

Kaporong = teman atau satuan bertopi sama; porong = ikat kepala, topi. Mengiaskan teman bertopi sama dalam kegiatan atau perjuangan. Lht Porong, Porongtakoi.

Kapoya = pembuat api (T), poyo = cucu. Mengiaskan orang bagai pembuat api kehidupan, mengembangkan semangat juang anak cucunya. Lht Boyo, Peyo, Piyo.

Kapugu = amat  rendah, berjalan seakan ketam (P). Mengiaskan orang yang amat rendah hati, serta berjalan miring seperti ketam untuk tak menyakiti perasaan sesama.

Karamoi,(y) = kawan sekerja;  rawoi =  derita (A); berasa panas. Mengiaskan pemimpin yang merasa panas dan solider dalam penderitaan kawan sekerjanya. Lht Amoi.

Karangian, rerangeian = tempat merendang sagu dari tanah liat (L&W). Mengiaskan orang tempat memproses hal-hal yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan bersama.

Karapa, rapa mberen = senja; rapa = pandangan kabur. Mengiaskan pejuang yang pada usia senja, sayang kabur dipandang atau tak dihargai perjuangannya. Bdg Rapar.

Kararo,(w), karoro = masak dengan api; roro = masak, matang alamiah. Mengiaskan warga yang secara alamiah menjadi matang mengembangkan dirinya. Bdg Karow, Wilar.

Karaseran =  tempat tumpuan; raser = tumpuan. Mengiaskan orang  kaya, kuat, pandai dan arif sebagai tempat tumpuan kehidupan bersama. Bdg Toar, Tumbol.

Karau = amat jauh; rou = jauh. Mengiaskan orang yang berada jauh dari desa, atau memiliki pandangan amat jauh ke depan. Lht Karauan, Karow. Bdg Warouw.

Karauan = banyak dikurangi; reu’an = kurangi. Mengiaskan pengabdi dan pejuang yang banyak mengurangi perannya, demi pemerataan tanggung jawab. Lht Karau, Rauwan.

Karauwan,(rou) = di kejauhan (T); rouw = jauh.  Mengiaskan orang yang hidup di tempat amat jauh dari negerinya. Lht Karau, Karouw, Korouw, Rauwan.

Karema,  kalema = teman makan siri; lema’ = sirih (L&W). Mengiaskan teman dekat setara dan sehidangan dalam upacara adat.

Karen = kembang putik, bibit kehidupan (P). Mengiaskan tokoh masyarakat yang bagai putik bunga/bakal buah untuk menjadi benih kehidupan masyarakat. Lht Supit  Bdg Karende.

Karende = tetangga, amat dekat (W). Mengiaskan orang yang memandang tetangga sebagai sahabat/saudara terdekat dan tepercaya. Lht Ende, Mende, Rende. Bdg Karinda.

Karepowan,(ou), karepu’an = tempat berbahaya; repouw, repu’ = patah. Mengiaskan tokoh pada posisi/tempat berbahaya tetapi mampu mematahkan perlawanan musuhnya.

Karepu = saudara kandung; repu’= patah. Mengiaskan orang yang memandang sesamanya sebagai saudara kandung. Lht Dapu, Karepouan. Lht Depi, Repi. Weku.

Karewur, rewur, rebur = subur, gemuk. Mengiaskan orang yang tumbuh subur menjadi amat gemuk dalam peran dan hidup berkelimpahan. Lht Karwur, Rewung, Rewur.

Karia = kawan sebaya, mitra. Mengiaskan orang yang senantiasa memandang sesama dalam lingkungannya sebagai mitra sekerja atau teman seperjuangan. Bdg Kaloh.

Karinda  = bicara banyak (W);  ka = amat, rinda, rende  = dekat. Mengiaskan, teman dekat dalam profesi komunikasi untuk bicara banyak. Lht Karende, Mende.Bdg Tangkow.

Kariso/h = datu pembuat api (T), ka = teman; risor = gesek cepat keluar api. Mengiaskan orang yang cepat panas bagai api membakar semangat teman seperjuangan.

Karongkong, karongkok = sangat jangkung (SM). Mengiaskan warga yang sangat jangkung atau amat tinggi dalam wawasan atau sesuatu hal. Bdg Rais, Untu, Waworuntu.

Karoraken = lekas sembuh (W). Mengiaskan orang yang lekas sembuh mengatasi permasalahan, oleh kematangan sikapnya. Lht Rora, Rorora. Lht Karoro.

KAAT – KUWU (1)

Kaat, ka’a = mengapa; ka’at = tengok ke atas. Mengiaskan orang dengan rasa percaya diri tinggi dan optimis meningkatkan perannya. Lht Kumaat.
  
Kaawoan = dapat dicapai, mampu dipikul. Mengiaskan orang yang mampu memikul tanggung jawab mewujudkan potensi yang dapat dicapai warganya.

Kadeke = pemikir; deken = pikir. Mengiaskan pemikir yang mengutamakan akal sehat atau pikiran jernih, dalam bersikap dan bertindak. Lht Eke, Mananeke, Manueke, Seke.

Kaemor, emor = ambil lebih dari patut (W,T); kemor = kotor.

Mengiaskan orang yang tidak mengotori namanya dengan mengambil lebih dari sepatutnya/mementingkan diri sendiri. Lht Emor, Kemor.

Kaendo = amat mujur (W); ka = teman; endo = siang. Mengiaskan orang mujur yang mendapat giliran mapalus kerja siang. Lht Endo, Kandow, Sendow.

Kaeng = pendek, tidak pantas (W); keeng = sempit, pakaian tak padan. Mengiaskan orang hemat seperti berpakaian pendek/sempit tak padan dinilai pihak lain.

Kaes, ka’is = sapu; sorong ke belakang. Mengiaskan orang yang selalu mengedepankan kebersihan hidup dengan menyorong bagian kotor masyarakat ke belakang.Bdg Kumayas.

Kai = benih jantan (W); sperma. Mengiaskan pelopor kehidupan baru, bagaikan sperma atau benih jantan, yang siap membuahi ovum untuk melahirkan pendekar. Bdg Lakat.

Kaihatu (Nus); katu’ = kasihan; iha = pemalas (K). Mengiaskan orang yang merasa kasihan serta membimbing para pemalas agar rajin dan produktif. Lht Kai. Bdg Kawatu.

Kainama (Nus); kinamang = mendapat kemujuran; kama = lipan/kaki saribu;kamang = mujur, berkat. Mengiaskan orang yang mendapat kemujuran selaku berkat  dalam perjuangan hidupnya.  Lht Kai.

Kainde  = teman yang ditakuti; ka = teman; indee = ngeri (A). Mengiaskan sesama teman yang ditakuti karena kekuatan fisik luar biasa atau mengerikan. Lht Doroinde, Inde, Sinde.

Kairuk = hemat betul (W); iruk = ambil setiap muncul. Mengiaskan orang yang amat hemat, jeli bersikap dengan berbuat mengambil/ memanfaatkan setiap muncul peluang. Lht Tirukan.

Kairupan, irupan = berurat coklat (K); repan = depa (T).  Mengiaskan tokoh berurat atau berotot coklat terbakar  surya dalam kegiatan sinambung secara berdepa/bertahap.

Kait, rowir, rukait = gali mayang (W). Mengiaskan orang yang hidup teratur, bagaikan menggali/mengiris mayang dalam menyadap air nira tiap pagi dan sore hari. Bdg Kai.

Kakomba = teman seperguruan; komba = loncat. Mengiaskan orang-orang yang sama-sama meloncat atau teman seperguruan tamat se jaman memulai pekerjaan. Bdg Lontaan.

Kakoti, ka = karena, ko = kau, ti`i = ini, itu. Mengiaskan tokoh karena dorongan orang lain itu, selalu maju berjuang demi kepentingan umum. Bdg Mangindaan, Rahasia.

Kalalo = amat berani, maju (W); kalo = saudara kesayangan keluarga. Mengiaskan orang kesayangan keluarga dan masyarakat karena keberaniannya untuk maju. Lht Laloan.

Kala`ndos = roman muka tampan atau bentuk tubuhnya (FWS,2003). Mengiaskan tokoh manusia yang sehat fisik dan simpatik.

Kalangi/e = amat tinggi (W); langi = langit. Mengiaskan orang bermotivasi maju disertai belajar berkelanjutan dan kerja keras, sehingga meraih prestasi  amat tinggi. Lht Angit.

Kaleaw = pedang bengkok (T). Mengiaskan orang yang memiliki pedang bengkok sebagai peralatan bela diri atau pendukung mata pencariannya. Lht Kaleb, Makalew.

Kaleb, kelew = tutup, tudung. Mengiaskan orang yang siap menutupi, menudungi atau melindungi sesama di tengah suasana bahaya mengancam. Lht Makal. Makalew.

Kalele  = teman mandi; lele’ = mandi. Mengiaskan orang yang memandang sesamanya sebagai teman mandi untuk bersama-sama membersihkan kehidupan. Lht Lele, Leleyan.

Kalempouw = teman berkunjung; lepu; empou = kunjung . Mengiaskan orang yang suka kunjung mengunjungi dalam membina persahabatan. Lht Empow, Kalepu, Lumempou.

Kalen, alin = bawa, tuntun, pimpin. Mengiaskan orang yang berperan membawa, menuntun atau memimpin sesamanya. Bdg Aling, Apituley, Elean.

Kalendos,  lendos = bagus, indah (T). Mengiaskan orang yang cantik fisik, atau tampil bagus dan menarik. Lht Lendos. Bdg Lendo, Liando
Kalengki`an = tempat di mana suatu benda mudah bergoyang (FWS,2003). Mengiaskan tokoh kunci yang dapat menggoyang atau mengubah statuskuo.

Kalengkongan = jalan bengkok, berlubang tempat jatuh (T). Mengiaskan teman yang bersikap arif pada jebakan jatuh di jalan bengkok berlubang. Bdg Lengkong.

Kaleong = kawan bermain; leong = bermain. Mengiaskan tokoh sebagai kawan bermain dalam persaingan kegiatan di tengah masyarakat. Lht Kaleongan, Leong, Maleong.

Kaleongan = kawan yang suka/gembira bermain. Mengiaskan orang sebagai kawan sejati yang suka dan gembira bermain bersama-sama. Lht Kaleong, Leong, Modeong.

Kalepu, lepu = anjang sana; ka = amat, kawan. Mengiaskan orang atau kawan yang sangat suka beranjang sana atau berwisata ke mana-mana. Lht Kalempouw.

Kalesaran = halaman luas (T); lesar = arena (A); luas. Mengiaskan orang berpandangan luas dalam arena permainan atau persaingan. Lht Lesar, Tilesar. Lht Kawilarang.

Kalew, kelew = tudung, tutup lindungi. Mengiaskan orang yang menudungi, menutupi atau melindungi, sesama dari ancaman bahaya. Lht Kaleb, Makalew.

Kali, keli = banyak. Mengiaskan tokoh generalis yang memiliki banyak kemampuan cara dan hal dalam keberadaan hidupnya. Bdg Kaliey

Kaliey = amat tinggi menakutkan; liey = rasa giris, angst, takut, bimbang. Mengiaskan pemberani, yang melakukan hal menakutkan dengan hasil mempesona. Lht Mapaliey.

Kaligis = amat rata, licin (T);  lighis = bilas amat rata, licin. Mengiaskan pemimpin yang arif, adil, benar  serta mampu memeratakan perwujudan hak sesamanya. Lht Igis.

Kalinowan = tempat/bagian air jernih; linow, leno = jernih, bersih. Mengiaskan pemimpin dan tempat kerja yang bersih seperti air jernih. Lht Lendo, Linu. Bdg Wenas.

Kalitow, ka = kawan, liu = pinter, tou = manusia. Mengiaskan manusia tergolong pinter bersama kawan-kawan berbakat dan berprestasi unggul. Lht Kali, Litow. Lht Liu.

Kaliwunan = tempat tikus kecil; liwun = tikus kecil (T). Mengiaskan tokoh besar yang bagai tikus kecil di hadapan hadirat-Nya.

Kalo/h = teman, saudara sekeluarga. Mengiaskan orang yang memandang dan memperlakukan sesama sebagai teman atau saudara sendiri.  Lht Kalalo, Laloan.

Kalongkopan, kalongkotan = dapat didaki, dinaiki; longkot = atas, naik. Mengiaskan tokoh yang optimis bahwa puncak di atas tebing dapat didakinya. Bdg Mawuntu.

Kalonio, kalo = teman, saudara; nio = ini. Mengiaskan orang yang suka membina persahabatan, sehingga tak punya musuh. Lht Kalo. Bdg Kolonio.

Kalonta, kalota = saudara kita; amat cepat diloncatkan; lonta’ = loncat. Mengiaskan sesama saudara berbakat unggul yang amat cepat diloncatkan pada posisi lebih tinggi. Lht Lontaan.  Bdg Kakomba.

Kalouan = suka mengingatkan untuk mencegah;  palouw = cegah, ingatkan. Mengiaskan tokoh yang suka mengingatkan untuk mencegah kejahatan. Bdg Poluan.

Kalu, mekalo = terkait keluarga dekat; kalo = teman, saudara. Mengiaskan orang terkait erat atau teman dekat yang bagai saudara kandung. Lht Kalo, Mokalu, Lalu.

Kalukar, ka = rekan; lukar = unit hunian bagian desa, lingkungan. Mengiaskan warga dalam hubungan selaku rekan pada setiap warga lingkungan hunian desa. Lht Maukar.

Kalulian, luli = obat pengusir tikus dari padi (T). Mengiaskan orang sebagai sumber obat pengusir tikus hama padi, atau pengganggu kehidupan  manusia. Lht Kalu, Liando.