Kawoka, woka = daun muda palm. Mengiaskan orang yang bagaikan daun muda palm tampil tegak dan siap dibuka lebar sebagai payung masyarakat. Lht Kawuka. Bdg Wokas.
Kawonal, ka = sahabat; wona’ = kira-kira, tak pasti. Mengiaskan sahabat yang berhati-hati memperkirakan keadaan amat tak pasti dalam masyarakat. Bdg Wondal.
Kawuka = sangat terbuka; wuka’ = buka. Mengiaskan orang yang sangat terbuka menampung serta mempertimbangkan pendapat berbeda pihak lain.
Kawulan, kowulan = suka-suka barang mas (T); wulan = bulan bercahaya. Mengiaskan tokoh pengeamr barang bercahaya seperti emas yang bernilai tinggi.Lht Kawulanan.
Kawulanan = banyak mas, bagus bersih (W); wulan = bulan, emas. Mengiaskan orang bagai sumber emas, yang bersih dan bagus untuk diteladani. Lht Kawulan. Bdg Bokau.
Kawulur = serupa bambu; wulud = bambu. Mengiaskan tokoh bagai bambu lurus tepercaya atau dapat dipegang janjinya. Lht Kowulur, Wulur.
Kawulusan = tempat ikan besar; wulus = ikan besar. Mengiaskan tokoh masyarakat yang menjadi tempat ikan besar atau orang-orang besar berkumpul. Lht Ulus, Uwus, Wuwus. Bdg George, Pongkorung
Kawung = setinggi puncak atap; wuwung = puncak atap. Mengiaskan orang dalam peran puncak atau di atas semua warga keluarga/masyarakat. Lht Kawuwung, Wuwungan.
Kawusokon = tempat biasa orang banyak berkerumun (FWS,2003). Megiaskan tokoh berpengaruh dan menarik hati tempat menerima petuah-petuah. Bdg Kawulusan.
Kawuwung = kawan di puncak atap; wuwung = puncak atap. Mengiaskan orang yang suka teman baik yang potensial untuk berperan puncak. Lht Kawung,Wuwungan.
Kayansow, kaya’ = memberikan; ensow = geser. Mengiaskan pemimpin yang suka menggeser, memindahkan atau memberi peran baru buat warganya. Lht Koyansow.
Kayong = bergantung (FWS,2003). Mengiaskan tokoh tempat bergantung bagi warga lemah dalam masyarakat.
Keilen, ke’il = gali kecil-kecilan. Mengiaskan orang yang menggali sampau hal-hal kecil untuk menemukan kebenaran dan keadilan, serta arif dalam sikapnya. Lht Tuildan Keintjem,(c), kengkem = tutup mulut. Mengiaskan penyimpan rahasia, atau tokoh yang sedikit bicara tapi banyak kerja. Lht Ketep, Kintjem, Kumeintjem. Bdg Okem.
Keke = tertawa, gadis perawan. Mengiaskan orang yang bersemangat bagaikan gadis perawan dengan senyum dan tertawa manis yang menawan hati. Lht Eke, Kekean,Maleke.
Kekean = tempat tertawa, enteng. Mengiaskan pemimpin tempat orang dapat tertawa sambil enteng memandang masalah berat. Lht Eke, Keke, Maleke, Manueke, Sumeke.
Kekung, kekelung = alat pelindung; kelung = perisai. Mengiaskan pendekar tempat berlindung bagi yang terancam atau mengalami kesukaran. Lht Kelung, Sinolungan.
Kela/h, kelana = manik-manik emas atau logam lain (L&W). Mengiaskan warga berprestasi yang menjadi perhiasan indah bagi masyarakat. Lht Kelatou. Bdg Sinolungan.
Kelatou = buang tenaga orang (T); tou = orang. Mengiaskan manusia yang memiliki rasa percaya diri tinggi, tak memerlukan bantuan dalam perjuangan hidupnya. Lht Kela.
Keles = bayi, kurus, ramping, tajam. Mengiaskan manusia muda yang masih seperti bayi kurus dan ramping tubuhnya, tetapi tajam memecahkan masalah kehidupan. Bdg Keloai.
Keley = dengar-dengaran (P), lele = setuju hal-hal baik. Mengiaskan orang yang dengar-dengaran dan menyetujui hal-hal baik demi kemajuan bersama. Lht Elean, Keleyan.
Keleyan = penurut yang dilewati; eleyan = sisihkan, lewati. Mengiaskan penurut yang bersedia dilewati atau disisihkan, sekalipun berpestasi tinggi. Lht Elean. Keley.
Keloai, lowai = anak bayi lelaki, Mengiaskan tokoh yang bagai anak bayi laki-laki kesayangan serta tumpuan harapan keluarga dan masyarakatnya. Lht Colowai, Kolowai.
Kelumbatu, kelung = perisai; batu = batu. Mengiaskan orang kebal yang bagai terlindung perisai keras terbuat dari batu. Lht Kurumbatu. Lht Kelung, Sinolungan.
Kelung, = perisai spiritual atau fisik. Mengiaskan orang yang membentengi diri dengan perisai spiritual/fisik di tengah masyarakat. Lht Kekung, Sinolungan, Tangkudung.
Kembal = kelapa muda. Mengiaskan tokoh muda bagaikan kelapa muda yang lembut belum berpengalaman tetapi enak atau simpatik pnampilannya. Bdg Kimbal.
Kembau, kembol = tidak kuat; kelemba’u, keremba’a = bintang merah atau Mars (T).. Mengiaskan tokoh sukses bagai bintang Mars bersinar sekalipun fisiknya tidak kuat.
Kembayak = rampasan perang (FWS,2003). Mengiaskan pendekar yang mampu mengalahkan musuh dan membawa pulang rampasan perag milik wanua.
Kembi, kebi` = patah/bahagi kecil. Mengiaskan tokoh yang adil membagi-bagi suatu hal secara merata, sekalipun setiap warga hanya memperoleh bagian kecil-kecil.
Kembol = kaki lemah, tidak kuat (T); sindirian kepada pemalas. Mengiaskan tokoh yang suka menyindir/menegur para pemalas sebagai orang berkaki lemah. Bdg Keol, Kepor, Weol.
Kembuan, kebu = pusar perut, sumber. Mengiaskan orang pada pusat kegiatan bagaikan mata air atau sumber kehidupan untuk mememenuhi kebutuhan bersama. Lht Kembuanbene, Manembu.
Kembuanbene, kebuan = mata air; bene = padi. Mengiaskan orang yang bagai mata air sumber makanan/kehidupan bersama. Lht Kembuan, Manembu.
Kemor, kemo = kotor. Mengiaskan orang bersih yang berhati-hati agar tak dikotori oleh godaan melanggar nilai-nilai luhur dalam kehidupannya. Lht Emor, Kaemor.
Kemper, seke = perang, mo = mau, seper = bendung. Mengiaskan tokoh yang membendung perang dengan perjuangan damai. Lht Seke, Watuseke. Bdg Rumimper.
Kemur = bertemu (L&W); semur = mulut. Mengiaskan pendamai yang mempertemukan mulut atau pendapat semua pihak dalam dialog saling menguntungkan.
Kenap, sena’ = cahaya. Mengiaskan orang yang wajahnya bercahaya terang berkelap kelip, memancarkan kasih sayang di tengah dendam dan kebencian. Lht Endap, Undap.
Kendong = pintal, didik. Mengiaskan orang yang bagai memintal tali, bergiat mendidik perkembangan warga menuju kedewasaan dan kemandirian hidup. Lht Kumendong.
Keneng = jinjing; putar daun telinga. Mengiaskan tokoh yang menjinjing pada telinga binatang hasil buruan, atau menunjuk warga sukses berkarya nyata dalam masyarakat.
Kengi’ = tidak dengar-dengaran, tertawa-tawa (W). Mengiaskan orang yang tak dengar-dengaran bahkan menertawakan perintah tak benar otoritasnya. Bdg Eke.
Keno’, kaleno = amat jernih, terang dan jelas; leno = jernih, terang. Mengiaskan tokoh yang sikapnya amat jernih, terang dan jelas membela keadilan dan kebenaran.Lht Leno.
Kenos, kaledos = amat bersih/suci; bagus, rapih (W); le’dos = bersih, suci (W). Mengiaskan orang yang tampil tanpa cacat, bagus, rapih, bersih dan suci. Lht Lendos.
Kenta’talun = yang menumpas hutan (W). Mengiaskan rimbawan yang menguasai rahasia rimba dalam membuka hutan lebat menjadi lahan pertanian produktif.
Ke’ol = kaki pincang. Mengiaskan pemimpin perang yang mampu memincangkan kaki atau menghambat mobilitas musuh, selaku taktik memenangkan pertempuran, Lht Epor.
Kepa = tidur telungkup. Mengiaskan orang yang suka tidur telungkup untuk mengumpul tenaga agar mampu bangkit dari kekalahan menuju kemenangan. Bdg Dipan, Rumopa.
Kepel,(pp) = sempal (A); tekan atau melekat, Mengiaskan tokoh pemikir, sekalipun ditekan melekat penguasa otoriter tetapi mampu bangkit berperan optimal.



