Rabu, 08 Juni 2011

KAAT – KUWU (8)

Kuleng = sedikit tuli karena telinga tertutup (P,T). Mengiaskan pemimpin yang tak jelas mendengar aspirasi masyarakat karena telinga bathinnya tertutup dengan interes tertentu.

Kulit  = benar, cukup untuk semua keperluan (P). Mengiaskan orang yang tampil benar dengan mencukupkan semua keperluan hanya dari pendapatan halalnya.

Kulo’ = putih. Mengiaskan orang yang menampilkan diri putih bersih atau tanpa cacat sepanjang kehidupannya di tengah masyarakat dan di hadapan Tuhan.

Kumaat = angkat muka (W); mengangkat kepala (P). Mengiaskan orang yang bagai mengangkat kepala penuh percaya diri untuk berprestasi tinggi. Lht Kaat, Kumat. Bdg Ramonatas.

Kumaimboto, kuman = makan, boto = kepala orang. Mengiaskan pendekar yang mengayau kepala untuk dimakan, atau tuntas mengatasi musuh terbesar yaitu diri sendiri.

Kumajas,(y) = menyiarkan, memaparkan; kayas = tidak teratur. Mengiaskan tokoh berkemampuan memaparkan sejelasnya tentang masalah yang tidak teratur. Bdg Kaes.

Kumakau/w, -um- = akan, mau; ka = karena; kau = anda. Mengiaskan warga yang rela berkorban karena anda, atau demi sesamanya manusia. Bdg Mangindaan, Rahasia.

Kumambong = meninggi ke awan; kambong = awan (W)..Mengiaskan orang yang meninggi ke awan dalam peranan terhormat.  Lht Kambong, Mambo.

Kumarurung, ku = saya; ma = me; rurung = bakar. Mengiaskan orang yang mampu membakar semangat hidup dan juang warga masyarakatnya.

Kumat  = merampas, menyalurkan penyelewengan (P). Mengiaskan pendekar baik hati yang merampas dan menyalurkan hasil penyelewengan. Lht Kumaat.

Kumaunang, ku = saya; ma = me; unang = anak. Mengiaskan warga yang mencintai atau suka mendidik anak/generasi muda. Lht Kaunang  Bdg Loway, Turang.

Kumeang = bengkok dilewati; ke’ang = bengkok; langkah, lewati. Mengiaskan warga yang melewati atau mengatasi hal-hal  bengkok melawan nilai luhur budaya. 

Kumeintjem = menutup mata/mulut. Mengiaskan orang yang menutup mata/mulut demi keamanan diri, masyarakat, atau sesama. Lht Keintjem, Ketep.

Kumenap = melicinkan (W); mengkilap, gemerlap (P). Mengiaskan tokoh yang tampil licin mengkilap bercahaya dalam perjuangan. Lht Kenap. Bdg Endap, Kumendap
Kumendap = bercahaya; sena’ = cahaya. Mengiaskan orang yang bercahaya gemerlap dengan kekayaan/nama baiknya. Lht Endap, Kumenap, Sumendap. Bdg Ilat, Undap.

Kumendong = memutar, memintal (W); dendong = keroyok (A). Mengiaskan orang yang memintal atau mengeroyok bersama membangun pendidikan. Lht Kendong.

Kumenit = menyakitkan; kenit = sakit, pedih; kewit = bisik (A). Mengiaskan tokoh pembisik/penasehat pimpinan untuk menghindarkan hal-hal menyakitkan. Bdg Moinit.

Kumentas = aktif merintis; dintas = aktif, cekatan (A).  Mengiaskan pionir yang aktif merintis/membuka jalan dan cekatan mewujudkan cita-citanya. Bdg Mewengkang.

Kumeteng = menengok dengan marah (P); we’teng = mata melotot. Mengiaskan tokoh yang marah dengan mata melotot menghadapi pelanggar/penjahat.

Kumimboto, mei = datang, boto = kepala orang. Mengiaskan pendekar yang membawa potongan kepala musuh, atau pemenang pertempuran. Lht Kumaimboto, Lelengboto.

Kumiwel = memegang, menindi; nadi (W); kiwel = urat nadi. Mengiaskan orang yang bagai memegang atau menindi  nadi kehidupan, demi kesejahteraan  bersama. Bdg Kiwol.

Kumokomba = yang biasa bernubuat (W); penujum (T). Mengiaskan penujum yang mampu mengantisipasi masa depan (futurolog) bagi sesama dan masyarakat.

Kumolontang = berbunyi lebih nyaring dan terang (W). Mengiaskan tokoh yang nyaring dan terang/jelas mengkomunikasikan aspirasi masyarakat.LhtKolontang, Kontang,Kuntag.

Kumombong = membersihkan kebun; kumombo’ = kumpul ranting untuk dibakar.  Mengiaskan orang bagaikan mengumpul ranting, menyiapkan pembangunan masyarakat.

Kumontoi = jongkok berdiri siap tempur; kontoi = jongkok berdiri. Mengiaskan orang yang siap merespons tantangan bertempur melawan musu. Lht Kontoi,Ontoi. Bdg Pitoi.

Kumowal = memotong; kowal = kulit keras, belulang (T). Mengiaskan pendekar yang penuh belulang bekas terpotong dalam pertempuran melawan musuh negeri. Lht Kowal.

Kumurur, kumuru = berjongkok (K), kuru = jongkok; kurur = lutut. Mengiaskan orang yang berlutut/berjongkok  atau bersikap rendah hati. Bdg Kumontoi.

Kundes = tiada kuat (W), tidak rapih;  = malas, lengah, lemah (T). Mengiaskan tokoh yang menegur orang malas, lemah bekerja, dan lengah, tak rapih agar memperbaiki diri.

Kundoi. Lht Kondoi, Kumontoi.

Kuneneng = perlahan (W); teneng = keras. Mengiaskan tokoh masyarakat yang perlahan membuat keputusan tetapi keras dalam menegakkan/mewujudkannya. Lht Keneng.

Kuntag, konta’ = loncat. Mengiaskan tokoh berbobot yang mampu melompati/mengatasi hambatan untuk mengejar kemajuan.Lht Lontaan. Bdg Kumolontang.

Kuntui.  Lht Kontoi, Kumontoi, Ontoi, Pitoi, Untoi.

Kurais = kehabisan, tidak mendapat bagian (P). Mengiaskan pemimpin yang mengutamakan kepentingan orang banyak sehingga sering dirinya tidak kebagian. Bdg Maramis, Rais, Rawis.

Kurapan = banyak kotoran di kepala (W); sisik yang gemerlapan (P). Mengiaskan orang yang mengeritik pemimpin yang gemerlapan dengan kekayaan banyak kotoran.

Kure = periuk belanga dari tanah liat. Mengiaskan orang yang terampil mencipta benda-benda keramik dari tanah liat atau mendayagunakan sumber daya alam. Bdg Rompas.

Kurea = roman muka menderita; yang diperebutkan (P). Mengiaskan orang baik dan siap menderita bagi sesama, sehingga peranannya diperebutkan masyarakat. Bdg Kures.

Kureitjei = jalan cepat. Mengiaskan tokoh yang bagai berjalan cepat penuh semangat dan gembira untuk meraih prestasi. Bdg Keol, Kepor, Weol.

Kurembeng = rembeng, tidak teratur (T); kembar siam. Mengiaskan orang baik yang terdorong hidup melanggar aturan/hukum karena beban kembar. Bdg Rampengan.

Kures = malas, dungu (T); = tidak hidup-hidup (W). Mengiaskan tokoh yang mendorong mereka yang malas, lesuh/tak hidup-hidup, untuk bangkit mengatasi masalahnya. Kurea!

Kuritik/c = keriting, rambut. Mengiaskan orang yang cantik bagai manusia berambut keriting dalam perilaku simpatiknya di tengah masyarakatnya. Bdg Rumimpunu.

Kuron, kudon = melompat hidup-hidup (W); kura = cara; kuro = melengkung (L&W). Mengiaskan tokoh yang hidup-hidup dan luwes cara hidupnya. Lht Kudon, Sungkudon.

Kurumbatu = batu jimat penjaga kebun; uru’ = jimat penjaga kebun. Mengiaskan jimat dari batu yang ditakuti binatang liar dan pencuri tanaman/milik masyarakat.Lht Kawatu.

Kusaw = debu halus dipinggir bara api. Mengiaskan pemimpin yang memperhatikan sampai pada hal-hal kecil dalam memimpin. Bdg Kawet, Waha, Wetik.

Kusen, kuse = kuskus. Mengiaskan pemimpin yang siap melindungi diri dan anak/warganya pada posisi di tempat tinggi. Lht Kusoi. Bdg Kukus.

Kusoi(ss) = saya ini siapa; niaku = saya ini; sei = siapa; kosei = belut. Mengiaskan orang kuat, licin dan arif menantang musuh melindungi rasa aman negerinya. Bdg Ukus.

Kuwu/h = himpun, timbunan. Mengiaskan orang beruntung yang menghimpun produk dalam timbunan surplus, berkualitas, kontinu kompetitif  di pasaran. Bdg Tambunan

KAAT – KUWU (7)


Kopero = biasa melarang; pemimpin, pengeritik; pero = kritik. Mengiaskan pemimpin yang menegur/memberi pertimbangan kritis bagi sesama. Lht Kapero. Bdg Palua, Poluan.

Kopit = jepit, kedip mata. Mengiaskan pemimpin yang menjepit keadaan sambil bermain mata  dengan pihak lain untuk meraih maksudnya.  Lht Koropit.

Kopo = peda bengkok (W). Mengiaskan orang yang membuktikan ketulusan hati di tengah anggapan miring bagai pedang bengkok tentang dirinya. Bdg. Solang.

Kora, ko= minum; raa = darah; porak = cepat. Mengiaskan tokoh bersemangat tinggi bagaikan siap minum darah, untuk cepat memecahkan masalah. Lht Ora,  Rora’, Rorora.

Koraar, koro = marah (T); niko = anda, raar = jemur. Mengiaskan tokoh yang marah terhadap kejahatan dengan menjemur atau membuka rahasia menghambat. Bdg Wilar.

Korag/h = suka  membuat lobang (W); ruragh = lobang. Mengiaskan orang yang berani membuat keputusan berlobang/lemah dari pada tak berbuat apa-apa. Lht Koraar, Korah.

Korah,(agh), ko, ka = amat; perah = kering. Mengiaskan orang yang amat menyukai keadaan kering atau bersih dari kejahatan. Lht Korag, Koraar.

Korengkeng = rambut ikal; ringkeng = burung pipit. Mengiaskan pendekar berambut ikal yang mencermati hal-hal kecil dalam melawan musuh negerinya. Lht Ringking.

Korinus = penghemat (W); suka barang sisa (P). Mengiaskan orang hemat yang suka mendayagunakan barang-barang sisa atau limbah menjadi produk bermanfaat.

Koro’ = gusar (W); cekcok, juang (A), roro’ = matang.  Mengiaskan tokoh yang matang mengatasi kegusaran dan percekcokkan dalam perjuangan.Bdg Molo, Oro.

Korompis = yang menggenapi janji (T); ko = anda. Mengiaskan orang yang menggenapi janji atau menuntaskan pekerjaan.  Lht Mokodompis, Rompis.

Koropit, palompit = perangkap tikus, kopit = jepit. Mengiaskan pejabat arif dengan perangkap berumpan lesat untuk menjepit tikus/penjahat. Lhat Kopit, Koropitan.

Koropitan = belalang; apitan = antara (A); dengan penjepit (W). Mengiaskan tokoh bagaikan belalang yang menjepit musuh agar merasa sakit dan menyerah kalah.

Koropu = yang suka mematahkan; bagian pusaka (P). repu = patah, bagi. Mengiaskan orang  yang suka membagikan harta pusaka seadil-adilnya. Lht Dapu. Bdg Repi.

Korouw = perkasa (R); rou’ = jauh. Mengiaskan tokoh yang perkasa bukan di kandang melainkan sampai di tempat jauh. Lht Warouw, Karouwan.

Korua = biasa memikul dua (W); suka mendapat dua bagian (P).  Mengiaskan tokoh berbeban sangat berat sebagai risiko merangkap dua jabatan tinggi. Bdg Rampen.

Kosakoi = suka menurut setahu hati, pendapat sendiri (P). Mengiaskan orang yang mengajukan pendapat dan sikap pribadi menurut hati nuraninya.

Kosiongan,(siu) = suka mengecup; siong = kecup, cium. Mengiaskan orang yang membina hubungan akrab dengan kecupan salam intim kepada sesama. Lht Ane,Moniung.

Kotabunan = tempat berperang (W).  Mengiaskan ahli strategi/taktik perang yang mampu merencanakan arena pertempuran sebagai ladang penghancuran musuh.Bdg Seke.

Kotambunan = suka menimbun (P); tawun = timbun. Mengiaskan orang yang memerangi pihak yang menimbun kekayaan bagi diri sendiri. Lht Amo, Tamon, Tambun.

Kotulung = suka berdiri membela; tulung = berdiri tegak. Mengiaskan orang yang tampil berani berdiri tegak membela kaum lemah. Lht Dotulong, Motulo, Rotulong, Ulung.

Kotulus = dukun luka (T); mengobati (W); = penyambung yang putus dan patah (P).  Mengiaskan orang yang suka menyambung/mengobati yang terluka hatinya. Lht Tulu.

Kotunow  = suka barang padat tak bercacad (P). Mengiaskan orang idealis yang mau mewujudkan hal tak bercacad dalam kehidupan bersama masyarakat. 

Kounsun = melapisi di atas yang lain (W). Mengiaskan orang bermotivasi tinggi dalam belajar dan bekerja agar berada di lapisan atas/mengungguli orang lain.Lht Unsun.

Kountud,(l) = suka kerja sendiri; wuntul = bagian tersendiri. Mengiaskan orang yang tak suka mencampuri urusan orang lain, sambil mengerjakan bagian tugasnya. Lht Kontul.

Kourow = berani hidup di tempat yang jauh; kou = anda; rouw = jauh. Mengiaskan orang yang berani bekerja dan hidup bertualang jauh dari negerinya. Bdg Warouw.

Kowaas = tokoh panas seperti bara api; waa = bara. Mengiaskan tokoh panas bersemangat merespons  keadaan. Lht Waa, Waas, Waha, Warouw.

Kowal = potong; (T), pakewa = buah yang asam rasanya;  belulang (L&W). Mengiaskan pejuang berbelulang terpotong, sambil merasa asam atau dilupakan. Lht Mangowal.

Kowatak = kuat semasa muda (T); penggemar kekuatan dari pemuda (P). Mengkiaskan pemimpin yang mendayagunakan kekuatan  generasi muda dalam perjuangan.

Kowit = bambu penampung nira, seruas setengah (W). Mengiaskan orang bagaikan bambu penampung nira, selaku bahan mentah memenuhi suatu kebutuhan.

Kowombon = tanah sisa pembakaran; woimbon = sampah. Mengiaskan tokoh bagaikan sisa pembakaran yang subur  untuk tetanaman. Lht Rombon, Woimbon, Wombon.

Kowu, kuwu = membukit. Mengiaskan pekerja keras dengan pendapatan membukit atau berlimpah-limpah. Lht Kowulan.

Kowulan = suka-suka perawan (T);  wulan = sinar bagai emas. Mengiaskan orang yang memberdayakan gadis perawan manis bagai sinar bulan, dalam usaha dan kehidupannya. Lht Kowu.

Kowulur, ko = menuju; wulud, wulur = gunung bambu.  Mengiaskan warga yang menuju ke gunung bambu  sebagai sumber kehidupan dan tempat bermukimnya. Lht Kawulur, Wulur.

Kowureng = biasa melobangi (W); wereng = api yang galak (T). Mengiaskan pendekar bagaikan api yang galak membakar bisa tembus/melobangi pertahanan lawan.

Koyansiow = nama padi. Mengiaskan orang yang gemar menanam, menangkar benih  dan menyantap beras dari jenis padi tersebut. Lht Koyansou.

Koyansou (w) = potong dan geser; koya = gerak memotong; ensow = geser. Mengiaskan taktikus yang membuat gerakan memotong untuk menggeser/mengusir musuh.
Koyoh (k), kapoyo = cucu bersama; poyo = cucu. Mengiaskan orang yang memandang saudara terhadap sesama sebagai cucu cece senenek moyang. Lht Boyo, Kojo, Piyo.

Koyongian: ko = anda; poyo = cucu; ngingian = senyum simpul. Mengiaskan tokoh yang senyum simpul atau senang mengamati prestasi cucu-cucunya.

Koyuko, ko = kau; koyo = cucu bersama; ko = anda. Mengiaskan tokoh yang memandang semua orang bersaudara/cucu bersama dari satu nenek moyang. Bdg Koyoh.

Krisen, kedis = lekukan pipi. Mengiaskan tokoh ganteng, manis berwajah simpatik yang sangat disayangi masyarakat. Bdg Maalangen.

Kudon =  melompat hidup-hidup (W);  sungkuden = menjemput. Mengiaskan orang yang suka hidup-hidup dan gembira menjemput tamu. Lht Kuron, Sungkudon.

Kuhon, kuu` = membongkok karena beban berat (K), kudon = melompat hidup-hidup (W). Mengiaskan tokoh hidup-hidup/optimis sekalipun berbeban berat. Lht Kudon,Kuron.

Kuhu, kuu’ = bongkok karena beban berat (K); kahu = emas. Mengiaskan tokoh terhormat bagaikan orang bongkok karena beban emas yang sangat berat. Lht Suhu.

Kukus, kuku’, manguku’ = makan barang keras (K). Mengiaskan tokoh yang bagaikan memakan barang keras dalam menyelesaikan kewajiban dan tugas beratnya. Lht Ukus.

Kulatan, kinulatan = bekas dipatuk; kulat = patuk. Mengiaskan pemberani terhadap makhluk liar pematuk yang ganas dan berisiko memberi bekas di tubuh. Lht Maalangen.

KAAT – KUWU (6)

Kodongan, ko’deng = rakus, pemakan banyak, malas kerja (T). Mengiaskan pemimpin yang menegur para pemalas yang amat konsumptif agar menjadi rajin bekerja.

Kodeng,(nd) = besar, pemakan banyak, penelan (W). Mengiaskan tokoh yang memerangi pejabat pemakan/penelan banyak biaya atau korup dan boros.

Koho, koyo = menggoyang kepala (W); ko = kau; soho,so`o = tak suka. Mengiaskan tokoh berprisip yang tetap tak suka/menolak sekalipun berbeda dengan orang lain.

Ko’ing = kecil, pendek, pelan (W). Mengiaskan orang yang sekalipun bertubuh kecil, pendek dan pelan, tetapi  punya rasa percaya diri dan cita-cita besar.

Kojansow[y] = saluran angin; koyaw = terbalik (L&W). Mengiaskan orang yang terbalik menjadi senang, memanfaatkan saluran angin atau peluang jamannya.
   
Kojo [y] = punya sikap; menggoyang kepala (W). Mengiaskan warga yang menggelengkan kepalanya  untuk hal yang bertentangan dengan nilai luhur. Lht Koyoh.

Kojong [y], kojo = punya sikap, menggoyang kepala (W). Mengiaskan warga masyarakat yang punya sikap menggelengkan kepala terhadap hal-hal buruk. Lht Kojo, Kojongian.

Kojongian  = tahu berlenggang (L&W);  koyo = goyang kepala . Mengiaskan orang yang tahu berlenggang/menyesuaikan diri, serta berani menolak kejahatan. Lht Kojo.

Kokali, ko = kau; ka = teman, amat; li,liu = pandai. Mengiaskan seseorang sahabat sebagai tokoh yang amat pandai.  Lht Liu, Liouw.

Kokoj = pelaku pekerjaan setahu hati (P). Mengiaskan tokoh pelaku pekerjaan yang bersikap setahu hati atau  berperilaku  menurut nurani dalam pekerjaannya.

Kolantung = tahu mengikat (L&W); antung = ikat. Mengiaskan orang yang mengikatkan diri pada proses untuk peningkatan mutu diri dan kehidupannya. Lht Rantung,Watung.

Koleangan = tempat bermain; leong = main. Mengiaskan orang yang berada di tempat bermain/arena pertandingan, atau turut dalam persaingan. Bdg Moleong.

Kolengen = panjangkan, bengkokan, biasa menoleh (W). Mengiaskan tokoh terampil memanjangkan, membengkokkan atau menoleh untuk berpihak pada kebenaran.

Kolensang = biasa pangku kaki (W). Mengiaskan orang dengan kerja keras di masa muda dan berpangku kaki menikmati hasilnya pada masa tua. Lht Mokolensang.

Koli = terputar tentang tali jika terlalu kencang dipintal (FWS,2003). Mengiaskan penganjur agar warga tak berputar atau berbelit-belit memberi informasi.

Kolibu = yang suka menjadi kaya dengan ribu-ribu (W). Mengiaskan orang yang bercita-cita menjadi sangat kaya dengan motivasi maju disertai kerja keras.

Koloay. Lht Kelowai, Loway, Oway. Bdg Kaunang, Kumaunang, Tumurang, Turang.

Kolompoi = sangat terbuai; poipoi = buai (A). Mengiaskan orang yang senantiasa mengingatkan sesama agar tak terbuai dengan prestasi/keberuntungan sesaat.

Kolondam, kolo’ = rebah; enda’ = darah; pendam = rasa. Mengiaskan. Mengiaskan pendekar yang merasa/bersimpati membela yang rebah berdarah atau tertindas.
  
Kolontang = pembuat/pemain kolontang; lontang = tong-tong bambu.  Mengiaskan seniman pembuat atau pemain musik kolontang/kolintang. Lht Lintang.

Kolopita, ko = kau; kopit = jepit; lopitan = jepitan. Megiaskan tokoh yang menjepit atau jepitan terhadap perilaku buruk warga tak bertanggung jawab. Bdg Supit.

Koloway, ko = kau; loway = anak laki-laki. Mengiaskan orang yang dijuluki laki-laki muda atau bersemangat jantan dalam perjuangan hidupnya.

Koluku = menyukai keteraturan dan keindahan;  berbunga (W). Mengiaskan orang yang menyukai keteraturan, kerapihan dan keindahan dalam kehidupannya.

Kolulun = yang suka daun muda (P); lulun = daun woka muda (W). Mengiaskan otoritas yang mencintai pendidikan, dan gemar  bergembira bersama dengan generasi muda.

Kolung, kedung, kelung = perisai. Mengiaskan orang yang tinggi rasa percaya dirinya karena dilindungi perisai atau kemampuan ilmu pengetahuan. Lht Kelung, Sinolungan.

Koluod = biasa berdusta (W). Mengiaskan pemimpin yang mengajari warganya agar tak biasa berdusta lagi, atau tampil satu kata dan perbuatan untuk dapat dipercaya.
Koly = suka kerja (R). Mengiaskan pemimpin yang suka bekerja serta menghormati pekerjaan halal dan prestasi kerja pihak lain.

Komalig = penghormat, bersopan (P). Megiaskan orang yang bersikap sopan dan hormat kepada sesama manusia tanpa memandang perbedaan posisi diri serta latar belakang.

Komaling, niko = anda; maali = bawa. Mengiaskan tokoh yang membawa sesama untuk meraih  keberuntungan bersama. Bdg Komalig.

Komasi, ko, ka = sangat; maasi-asi = hati-hati. Mengiaskan orang yang sangat berhati-hati menjaga diri serta nama baik korps  dan masyarakatnya. Lht Kamasi, Masi.

Kombangan, kobangeng = kelelot lidah (L&W). Mengiaskan orang yang tak menyukai orang berkelelot lidah atau mempelintir informasi untuk merugikan pihak lain.

Kombaitan, kombangeng = kelelot lidah (L&W); koiten = korek. Mengiaskan tokoh yang mampu mengorek hal-hal vital sekalipun hal itu  dipandang rendah orang lain.

Kombil, niko = anda; biling, wiling = balik, putar. Mengiaskan orang yang menyukai kebenaran dengan menegur seseorang tak memutar/membalik keterangannya.Lht Biling.

Komboambene, angkowan = dibawakan; bene = padi. Mengiaskan orang yang dipercaya mengelola padi untuk  ketahanan pangan masyarakat. Bdg Mangindaan, Runtuwene.

Komimbin = penggemar sesuatu yang bergantungan seperti buluh ayam jatan (FWS, 2003). Mengiaskan seniman/penggemar keindahan benda tergantung alami ke bawah.

Konda, kapondang = berasa daun pandan; pondang = pandan bumbu masak. Mengiaskan juru masak terampil membuat masakan beraroma pandan yang enak disantap. Bdg Londa.

Kondengis = biasa membakar, membersihkan (W);. dengis, rengis = hangus terbakar. Mengiaskan orang yang biasa membersihkan/membakar limbah/penyakit masyarakat.

Kondo = jalan melompat-lompat (W). Mengiaskan orang yang melompat-lompat gembira mensyukuri  prestasi kerja atau hasil capainya. Bdg Kondoi.

Kondoi (j,y), kontoi = jongkok berdiri; tahu mencari uang (W).  Mengiaskan orang yang jongkok berdiri, bergiat mencari uang. Lht Kondo, Nadoy. Bdg Kontoi, Kumontoi, Ontoi, Pitoi, Untoi.

Ko’ndori =  emas kuning (W). Mengiaskan tokoh sebagai sumber daya manusia bermutu dan produktif bagai emas kuning murni  dalam kehidupan bersama. Bdg Doringin.

Konimpis = suka-suka yang tipis (W). Mengiaskan orang yang peduli pada hal yang kecil/tipis atau berpihak pada kaum kurang beruntung. Lht Korompis, Rompis, Tompis.

Konsiungan = gemar mengecupi orang; siong, siung = kecup cium. Mengiaskan orang yang suka mengecupi atau memberi salam persahabatan intim.  Bdg Ane, Moniung.

Kontang = yang suka membunyikan tabuh (P). Mengiaskan warga masyarakat yang suka berkomunikasi dengan peralatan berbunyi nyaring. Lht Ontang.

Kontoi = siap berjuang jongkok duduk berdiri.  Mengiaskan orang yang siap berjuang untuk naik menduduki sesuatu posisi. Lht Kondoi, Kumontoi, Ontoi, Pitoi, Untoi.

Kontu/l, niko = engkau; wuntul = bagian sendiri. Mengiaskan orang yang menyelesaikan tugas sendiri serta tidak mau masuk campur pada urusan orang lain. Lht Kountud/l.

Kopalit = pendamai perselisihan (T); menggenapi, mendamaikan (W). Mengiaskan tokoh tepercaya yang menggenapi janji dalam mendamaikan perselisihan. Lht Palilingan.

KAAT – KUWU (5)


Kepo/r, ka = sangat; kepor = lambat berjalan. Mengiaskan orang yang sangat lambat berjalan, tetapi teliti, tabah, dan merasa pasti untuk sukses.  Bdg Epor, Keol, Weol.

Kerap = kilat. Mengiaskan orang yang bagaikan kilat muncul cepat/tiba-tiba, sukses mengalahkan kegelapan dalam kehidupan bermasyarakat. Lht Erap, Pangerapan. Bdg Ilap,  Ilat, Pongilatan.

Kere, kaere = amat suka membujuk; ere = awas (K), bujuk. Mengiaskan pemimpin yang sangat suka membujuk manusia untuk maju bersama.Lht Maweikere, Kereh, Tangkere .

Kereh = pipi dahi kening, wajah. Mengiaskan pemimpin dengan kening dahi wajahnya, bersikap dan berperilaku wajar melayani sesama. Lht Kere, Maweikere, Tangkere.

Kere’sung = beraroma tak sedap; resung = bau kencing. Mengiaskan tokoh pembina para pelanggar hukum yang beraroma tak enak, atau  berperilaku amoral.

Kerito = sangat gatal; keriit = gatal, tokan = lagi, amat. Mengiaskan tokoh yang merasa gatal untuk menindak penjahat dalam lingkungannya.

Kerut = masakan mengeras pada lapisan dasar belanga. Mengiaskan tokoh keras yang menjadi alas pengadaan kebutuhan masyarakat.
Keseh, kisi, kese = robek. Mengiaskan orang  beruntung dengan milik melimpah dari wadah robek mengalir dalam lingkungan.

Kesek (ss), se’sek = padat. Mengiaskan tokoh bermutu yang dipadati muatan nilai-nilai luhur dan ilmu pengetahuan. Lht Pesak, Resak, Rumpesak. Bdg Keseh.

Keso = lumpuh, malas, lemah. Mengiaskan pendidik yang memotivasi peserta didik lumpuh, malas dan lemah, untuk siap mengembangkan diri. Bdg Epor Keol, Kepor, Weol.

Keteng = kencang tentang tali (FWS, 2003).  Mengiaskan orang yang kencang atau keras mendisiplin diri dan warga dalam lingkungannya.

Ketep = amat rapat, mulut terkancing (W). Mengiaskan orang tegar menyimpan rahasia dengan menutup rapat mulut kepada musuh negerinya. Bdg Keintjem, Okem.

Kewal = penggal-penggal besar (W). Mengiaskan tokoh praktis yang secara bertahap menangani penggal-penggal besar masalah kehidupan bersama. Lht Kowal.

Kewang = kaki lemah, tak berpendirian (P). Mengiaskan pembimbing orang berkaki lemah/tak berpendirian, agar kuat pendiriannya. Lht Tewang, Tumewang.

Kewas, lingkuwas = sejenis tanaman obat. Mengiaskan orang yang memiliki kemampuan mengobati penyakit masyarakat dengan sumber tanaman produktif. Lht Lumingkewas.

Kewo, kalewo = amat jahat. Mengiaskan pemimpin berdisiplin keras menegakkan hukum, sekalipun dicap amat jahat oleh para pelanggar disiplin. Lht Mewo.

Kewureng, kewuren = dijadikan kabur atau tak jelas; kewur = kabur.  Mengiaskan orang baik tetapi menjadi korban permasalahan yang dikaburkan dalam masyarakat.

Kiai Demak (Jtn). Mengiaskan pemimpin masyarakat dengan perilaku beriman yang diteladani para pengikutnya.

Kila` = batu kilat (W). Mengiaskan orang yang pendiriannya menjadi keras seperti batu kilat, setelah sadar oleh terang benderangnya penjelasan. Lht Ilap,  Ilat, Kilapong, Sumilat. Bdg Kerap, Undap.

Kila-kilaten = yang selalu rupa kilat (W). Mengiaskan orang yang mampu memberi tafsiran terang benderang bagai kilat tentang masalah gelap beruntun. Lht Ilat, Kila`, Pangila, Kilapong. Bdg Kerap.

Kilala, mekilala = mengajak cepat-cepat (T); rajin (P); gembira. Mengiaskan pendidik yang mengajak teman sekerja untuk hidup hemat, bekerja cepat dan gembira. Lht Kila`, Lala.

Kilapong = batu kilat. Mengiaskan tokoh sekeras batu kilat yang muncul bagai halilintar, disertai dampak menggemuruh dalam lingkungan. Lht Ilap. Bdg. Kila`, Kilapong, Kilat.

Kilat = cahaya halilintar. Mengiaskan orang yang muncul tiba-tiba berperan luar biasa bagai cahaya halilintar di tengah gelapnya kehidupan bersama. Lht Ilat, Kila, Kilapong.

Kili’ = mata tertutup. Mengiaskan orang yang bagai mata tertutup arif menimbang menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa pilih buluh. Lht Kilis. Bdg Kiling.

Kiling, kili = tidur, rasa tidur setelah bekerja keras. Mengiaskan pekerja keras sering lupa tidur mengemban tanggung jawab demi cinta sejati kepada keluarga dan sesame manusia.

Kilis = fororo di kulit karena gemuk dan tua (W). Mengiaskan tokoh kecantikan dan kemakmuran yang siap menghadapi kemerosotan masa tua dalam kehidupan bersama.

Killis = keris; keles = kurus, tajam. Mengiaskan ilmuwan yang bagai keris tajam mengoperasi keadaan kurus atau suasana kemiskinan dalam masyarakat. Lht Keles.

Kilisan = penyandang benda tajam, atau berbekas luka dalam pertempuran. Mengiaskan pendekar berbekas luka peperangan dan meyandang tanda kehormatan.

Kilomata’ = putih mentah; kulo’ = putih; mata’ = mentah. Mengiaskan tokoh muda dan putih bersih tapi sayang sering mentah/kurang pertimbangan dalam keputusannya.

Kimbal, kibal (L&W) = tifa besar; kembal = kelapa muda (T). Mengiaskan tokoh berpengaruh yang suaranya seperti bunyi tifa dan manis seperti kelapa muda. Lht Kembal.

Kindangen, kaidangen = memalukan (T); idang = malu, ajaib. Mengiaskan tokoh  pembaru, yang sering dicap ajaib atau tak tahu malu oleh kaum konservatif. Lht Tindangen, Sirang.

Kinding = beradat, berhormat (W). Mengiaskan orang yang memelihara adat dan kehormatan diri dalam sikap dan perilakunya kepada sesama manusia.

Kinorongan = yang dipakaikan ikat kepala; porong = ikat kepala. Mengiaskan pemimpin dengan simbol kehormatan pada topi atau ikat kepalanya. Lht Porongkahu.

Kintjem. Lht Keintjem, Kumeintjem, Okem. Bdg Kalew, Ketep, Makalew.

Kiowa = salah-salah, bimbang (W). Mengiaskan orang yang menghindarkan sikap bimbang agar tak membuat kesalahan dalam pertimbangan dan keputusannya.

Kipu = penempa besi, emas (W). Mengiaskan seniman penempa logam yang kreatif dan terampil membentuk sumber alam menjadi produk bernilai tambah tinggi. Bdg Marentek.

Kirai, kinarai = memakai baju berjimat; karai = pakaian. Mengiaskan pendekar yang merasa kuat dan kebal, serta mempercayai jimat dalam pakaiannya. Lht Narai, Kiroyan.

Kirangen, kairangen = mencengangkan; irang = cengang (A), malu. Mengiaskan tokoh dengan prestasi mencengangkan/tak memalukan.  Lht Kindangen, Kirai, Sirang.

Kirit = mata juling. Mengiaskan tokoh yang bagai bermata juling memandang suatu hal secara luar biasa atau unik diBdg manusia normal umumnya.

Kiroh = baju berjimat. Mengiaskan pendekar berwibawa oleh baju berjimat yaitu perilaku arifnya dalam masyarakat.

Kiroyan = memakai baju berjimat. Mengiaskan pemberani yang memakai baju berjimat,  sehingga tak  merasa takut menghadapi ancaman. Lht Inaray, Kirai, Mararai. Bdg Roti.

Kiwal, makiali = minta diantar. Mengiaskan pemimpin yang senantiasa diminta mengantar atau membimbing warga masyarakat untuk mencapai suatu maksud.

Kiwol = aduk; penyakit gembung perut (T). Mengiaskan pekerja keras yang hidup berkecukupan dan mewah disertai risiko bagi kesehatan dirinya. Bdg Kiwal, Tewal.

Koagouw, niko = anda; agouw = anoa. Mengiaskan pendekar bersemangat anoa yang dapat mengamuk jika kehidupan pribadi/negeri terancam. Lht Agou, Agu, Mokoagouw.

Kocob = menutup, menggali (W). Mengiaskan orang tegar dalam mengatasi kesulitan dengan cara menutup/menggali lobang secara arif dalam kehidupannya. Bdg Kaleb.

Kodong = menjadi kecil (T); kedong = anak kecil. Mengiaskan orang bijak berprestasi tinggi tapi bersikap mengecilkan diri/rendah hati bagaikan anak kecil yang manis.